catrawarta.com — Kasus dugaan kekerasan terhadap puluhan anak di sebuah daycare di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta pada bulan April 2026 lalu rasanya bisa menjadi pengingat bahwa keamanan dan kenyamanan anak harus menjadi prioritas utama bagi setiap orang tua. Peristiwa ini juga memunculkan kekhawatiran, terutama bagi keluarga yang mengandalkan tempat penitipan anak karena kesibukan bekerja.
Di sisi lain, bekerja bukan berarti orang tua kehilangan kesempatan untuk membangun kedekatan dengan buah hati. Penelitian yang dilakukan dalam Jurnal Ners dan Kebidanan berjudul ‘Hubungan Pola Asuh dengan Kecerdasan Emosional Anak Usia Sekolah’ oleh Arista Rachmawati, 2014, menunjukkan bahwa kualitas interaksi antara orang tua dan anak memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan emosi, kemampuan berbahasa, hingga kecerdasan anak.
Karena itu, selain memastikan anak berada di lingkungan yang aman, orang tua juga perlu menciptakan kebiasaan positif di rumah agar tumbuh kembangnya tetap optimal.
1. Memilih Daycare yang Jelas
Sebelum memutuskan menitipkan anak, cari tahu rekam jejak daycare secara menyeluruh. Jangan hanya mempertimbangkan lokasi yang dekat atau biaya yang terjangkau. Perhatikan apakah tempat penitipan memiliki jumlah pengasuh yang memadai, prosedur keamanan yang jelas, aturan penanganan anak, hingga sistem komunikasi dengan orang tua. Daycare yang terbuka terhadap kunjungan orang tua dan rutin memberikan laporan perkembangan anak biasanya lebih mudah membangun kepercayaan.
2. Bangun Komunikasi
Selain itu, rasanya anak perlu merasa bahwa rumah adalah tempat paling aman untuk bercerita. Orangtua bisa memulai untuk membiasakan berbincang setiap hari mengenai aktivitasnya, teman bermain, makanan yang dimakan, hingga siapa yang mendampinginya. Apabila anak menunjukkan perubahan perilaku, seperti menjadi lebih pendiam, mudah takut, atau enggan pergi ke daycare, orang tua perlu mencari tahu penyebabnya.
3. Ajarkan Anak Mengenali Batasan
Edukasi mengenai bagian tubuh pribadi bisa juga diberikan sejak usia dini dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak. Sebab, anak juga perlu mengetahui bahwa tidak semua orang boleh menyentuh tubuhnya, kecuali dalam kondisi tertentu seperti dibantu mandi oleh orang tua atau pemeriksaan tenaga medis yang didampingi orang tua. Di samping itu, tanamkan bahwa anak boleh memberikan penolakan, berteriak, atau segera mencari orang dewasa yang dipercaya ketika merasa kurang nyaman saat tak ada orang tua.
4. Utamakan Quality Time
Banyak orang tua merasa bersalah karena harus bekerja sepanjang hari. Padahal, perkembangan anak tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu bersama. Jika orangtua bekerja, yang lebih penting adalah kualitas interaksi dengan anak. Maka orangtua bisa mulai menyisihkan waktu sekitar 20–30 menit setiap hari tanpa gangguan pekerjaan maupun gawai untuk benar-benar fokus menemani anak. Misalnya, ibu dan ayah bisa membaca buku bersama anak, bermain peran, menggambar, atau sekadar mendengarkan cerita anak.
5. Temukan Aktivitas yang Meningkatkan Kecerdasan
Meski menghabiskan waktu di daycare mungkin hampir seharian, stimulasi di rumah tetap memegang peranan penting. Orang tua bisa mengajak anak membaca buku cerita sebelum tidur, menyusun puzzle, bernyanyi, mengenalkan angka dan warna melalui permainan, atau mengajak memasak bersama. Aktivitas sederhana seperti berdiskusi mengenai kejadian sehari-hari juga membantu memperkaya kosakata, melatih daya ingat, serta meningkatkan rasa percaya diri anak.
6. Pantau Perkembangan Anak
Berikutnya, cara yang bisa dilakukan adalah terus memantau perkembangan anak setiap hari. Orangtua bisa memulainya dengan menjaga hubungan baik dengan pengasuh maupun guru karena hal ini tentu akan memudahkan untuk memberikan pantauaan terhadap perkembangan anak. Orangtua bisa meminta laporan mengenai kebiasaan makan, waktu tidur, kemampuan bersosialisasi, hingga perubahan perilaku. Dan apabila perlu, orangtua bisa melakukan evaluasi secara berkala agar setiap masalah dapat diketahui lebih awal. Jangan ragu pula untuk bertanya jika terjadi sesuatu hal yang mengganjal pada anak.
7. Bangun Rumah sebagai Tempat Aman
Terakhir, orangtua bisa menjadikan rumah sebagai tempat aman untuk anak-anak bertumbuh. Lingkungan rumah yang hangat membantu anak merasa dihargai dan dicintai. Perasaan aman inilah yang menjadi fondasi penting bagi perkembangan emosional maupun kecerdasannya.
Ketika anak membuat kesalahan, orangtua pun tidak perlu memarahi anak secara berlebihan Di sini, orangtua justru perlu memberi tahu anak cara menyelesaikan masalah, mengelola emosi, dan menghargai orang lain. Anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang cenderung lebih percaya diri, mudah belajar, dan berani.

Di Balik Doktrin Perisai Trisula Nusantara yang Dikeluarkan Panglima TNI 