catrawarta.com — Menghadapi arus mudik Lebaran 2026, Polres Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memetakan sejumlah ruas jalan yang dinilai masih rawan kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Oleh karena itu, para pengguna jalan yang hendak menuju wilayah Kabupaten Gunungkidul diimbau lebih berhati-hati saat melintasi jalur tersebut, terutama pada ruas yang memiliki karakter jalan menanjak, menurun serta berkelok.
Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP Priya Tri Handaya menjelaskan, pemetaan jalur rawan telah dilakukan berikut analisis potensi risiko yang ada di setiap lokasi. “Seluruh titik kerawanan sudah kami petakan, termasuk faktor penyebab yang berpotensi memicu kecelakaan,” ujarnya.
Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah Jalan Jogja–Wonosari, khususnya pada wilayah Kapanewon Patuk hingga Kapanewon Playen. Tingginya volume kendaraan serta kondisi jalan yang berkelok dan naik turun menjadi faktor dominan yang meningkatkan risiko kecelakaan di jalur tersebut.
Untuk kawasan Gading III, Kalurahan Gading, Playen, tercatat sebagai salah satu titik yang cukup sering terjadi kecelakaan. Sepanjang tahun 2025 tercatat 20 kejadian kecelakaan di lokasi tersebut, dengan korban lima orang meninggal dunia serta 14 orang mengalami luka ringan.
Menurut AKP Priya, sebagian besar kecelakaan dipicu oleh pengendara yang memaksakan diri menyalip kendaraan lain di jalan dengan jarak pandang terbatas. “Kepadatan lalu lintas cukup tinggi, terutama pada siang hingga sore hari. Banyak pengendara yang kurang sabar saat mendahului kendaraan lain,” jelasnya.
Selain itu, potensi kecelakaan juga terdapat di ruas Tanjakan Bundelan yang berada di Kalurahan Jurangrejo, Kapanewon Ngawen. Jalur ini dikenal memiliki kemiringan cukup curam, sehingga memerlukan kehati-hatian ekstra dari para pengendara.
Sementara itu, jalur penghubung Klaten–Gunungkidul melalui Perbukitan Clongop di Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari juga menjadi perhatian karena rawan longsor. Saat ini ruas jalan tersebut masih ditutup sementara akibat kejadian longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Karena berada di kawasan perbukitan, jalur tersebut memang memiliki potensi longsor,” tambah Priya.
Sekretaris Dinas Perhubungan Gunungkidul Bayu Susilo Aji menyatakankan pola jalur mudik tahun ini masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Jalan Yogya–Wonosari tetap menjadi jalur utama bagi pemudik menuju wilayah Gunungkidul.
Namun demikian, pemerintah juga menyiapkan sejumlah jalur alternatif guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan. Salah satunya jalan baru yang menghubungkan Gunungkidul dengan Sleman melalui Nglanggeran.
Alternatif lainnya yakni jalur di wilayah Kapanewon Panggang yang tersambung dengan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). “Untuk jalur Dlingo–Playen juga dapat dimanfaatkan, meski kendaraan besar tidak direkomendasikan melintas di ruas tersebut,” katamya

Berdayakan Warga Rentan Miskin dengan Pelatihan Pilot Drone 