Warta

Inggris Pesta Gol, Prancis Bertekuk Lutut

catrawarta.com — Laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Prancis benar-benar pesta gol. Inggris mengoyak jala Prancis dengan 6...

Three england players celebrate together on the pitch smiling with arms around each other after a goal stadium cheering in the background
TIGA GOL: Pemain Inggris Bukayo Saka (tengah) mencetak 3 gol membawa timnya menang atas Prancis 6-4.(Sumber: Roberto Schmidt/AFP/Getty Images/theguardian.com)

catrawarta.comLaga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Prancis benar-benar pesta gol. Inggris mengoyak jala Prancis dengan 6 gol sedangkan Prancis menembus gawang Inggris dengan 4 gol. Sepuluh gol tercipta dalam pertandingan seru memperebutkan tempat ”penghiburan” bagi kedua tim.

Prancis harus mengakui keunggulan Inggris yang bermain dengan banyak materi berusia muda. Bukan hanya muda tetapi juga agresif seolah-olah ingin menebus kekalahan saat berhadapan dengan Argentina di babak semifinal.

Kekalahan dari Argentina terobati dengan menduduki tempat ketiga setelah mengalahkan Prancis 6-4 langsung di Stadion Hard Rock, Florida, Amerika Serikat. Pertarungan seru meskipun bukan untuk menjadi jawara utama di FIFA World Cup 2026 yang penuh kontroversi.

Digadang-gadang bakal unggul, Prancis malah menunjukkan performa yang kurang mengigit meskipun bisa menandingi Inggris. Di atas kertas dan di berbagai prediksi, tim Les Blues lebih diunggulkan apalagi sebelumnya sempat diramalkan menjadi juara dunia.

Sebaliknya Inggris yang kurang bagus saat melawan Argentina justru tampil lebih baik. Ini bisa jadi akibat banyak kritik karena menerapkan pola bertahan. Kini, di depan ribuan pendukung, The Three Lions tampil bagaikan singa, mengoyak seluruh lini lawan hingga berujung kemenangan.

Bukayo Saka Hatrick

Pemain Inggris Bukayo Saka membantu timnya bangkit dengan mencetak hattrick 3 gol. Ini mengamankan pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia sejak 1966. Inggris unggul 4-0 saat jeda, sementara tim Prancis yang kacau balau dihancurkan melalui gol-gol dari Declan Rice dan Ezri Konsa serta dua gol Saka.

Kedua tim melakukan tujuh perubahan setelah kekalahan mereka di semifinal. Pelatih Didier Deschamps dari Prancis memasukkan empat pemain pengganti di babak pertama, termasuk Ousmane Dembélé dan Bradley Barcola untuk memicu serangan.

Dua Mbappe membuatnya jauh melampaui rekor Lionel Messi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia kategori putra dengan total 22 gol. Ia juga unggul dua gol atas Messi dalam persaingan meraih Sepatu Emas di turnamen ini, menjelang laga final Piala Dunia antara Argentina dan Spanyol pada hari Minggu.

Posisi Mbappe tentu sulit dikejar Messi yang hanya menyisakan satu laga yakni perebutan tempat pertama. Meskipun masih bisa tetapi mencetak lebih dari 2 gol dalam laga final sangat berat.

Inggris mendominasi total atas Prancis pada babak pertama. Declan Rice mencetak gol pembuka lewat tembakan berkelas dari luar kotak penalti, dan setelah gol Saka dianulir karena offside, Ezri Konsa menggandakan keunggulan. Saka kemudian mencetak dua gol cepat yang membawa tim asuhan Thomas Tuchel unggul 4-0 saat turun minum.

Pada babak kedua, Inggris menambah 2 gol dan Prancis membalas dengan 4 gol. Hasil akhir 6-4 tak berubah hingga wasit meniup peluit panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *