Catra Budaya, Warta

Indonesia Walk for Peace: 57 Bhikkhu Tiba di Jogja Setelah Jalan Kaki dari Bali

catrawarta.com — Perjalanan panjang dilakukan 57 Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace (IWFP) akhirnya tiba di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta pada Senin...

Monks in orange robes walking past a red carpet as people kneel and shower petals indonesian flags in the background
Di gerbang Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), para bhikku disambut dengan karpet merah (25/5). (Sumber: jogja.tribunnews)

catrawarta.comPerjalanan panjang dilakukan 57 Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace (IWFP) akhirnya tiba di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Para bhikku ini menempuh perjalanan darat dari Bali menuju Candi Borobudur, Magelang untuk merayakan Waisak 2569 BE.

Perjalanan bhikkhu ini menarik perhatian warga di sepanjang jalan Malioboro. Di gerbang Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), para bhikku disambut dengan karpet merah serta taburan bunga. Sejumlah pelajar juga tampak antusias membawa bendera merah putih untuk menyambut rombongan.

Sesampainya di area Kantor Gubernur DIY, para bhikkhu diarahkan untuk beristirahat di Gedhong Pracimosono. Setelah selesai istirahat, mereka menuju Bangsal Kepatihan untuk bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, serta sejumlah tamu lainnya.

Dikutip dari kompas.com, Tandean Harry Setio Subagio selak Ketua Panitia IWFP 2026 Wilayah DIY mengatakan perjalanan para bhikkhu dari Pulau Bali dimulai sejak 7 Mei 2026 dari Brahmavihara Arama. Mereka berjalan kaki melintasi Pulau Bali ke Pulau Jawa untuk membawa pesan perdamaian. Rombongan ini dijadwalkan akan sampai di Candi Borobudur bertepatan dengan peringatan Tri Suci Waisak 2570 BE pada 31 Mei 2026.

Peserta Indonesia Walk for Peace 2026 datang dari sejumlah negara. Tosin selaku Ketua Panitia Indonesia Walk for Peace 2026 mengatakan ada 43 bhikkhu dari Thailand, 4 dari Malaysia, 3 dari Laos, serta peserta lain dari Indonesia. “Merupakan perjalanan spiritual dan aksi damai yang dilakukan dalam rangka menyambut rangkaian hari raya peringatan Waisak di Candi Borobudur,” ujar Tosin.

Selain itu, suhu udara di Pulau Jawa terasa lebih panas dibanding Bali, bahkan bisa mencapai 36 derajat celcius. Namun, kondisi itu tidak menghentikan langkah para bhikkhu. Hujan maupun panas tetap mereka jalani selama perjalanan.

Para bhikkhu menempuh perjalanan sekitar 30 – 40 kilometer dengan waktu antara 8 – 10 jam. Tosin mengaku sempat memperhatikan kondisi kaki peserta dan mendapati sebagian memiliki tiga hingga lima jahitan akibat lecet. Disisi lain, semangat warga yang menunggu di sepanjang perjalanan juga memberi energi tersendiri. Banyak masyarakat rela menanti hingga 1 -2 jam demi menyapa atau memberikan persembahan.

Sebetulnya apa makna dari jalan kali ribuan kilometer para bhikku ini? Dikutip dari kemenag.go.id, perjalanan panjang lebih dari lima ratus kilometer yang dilakukan para bhikkhu ini bukan hanya aktivitas berjalan kaki menuju Candi Borobudur saja. Langkah-langkah yang mereka tempuh dimaknai sebagai bentuk perenungan, sementara kelelahan dan peluh menjadi bagian dari ungkapan syukur yang dijalani dalam keheningan. Di tengah perjalanan, mereka belajar untuk lebih mendengar suara yang lebih halus dibalik hiruk pikuk kehidupan.

Perjalanan ini juga menggambarkan bagaimana kesabaran ditempa lewat proses yang tidak mudah. Rasa lelah, panas, hingga luka di kaki menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang dijalani dengan kesungguhan. Dari sana, muncul pemahaman bahwa makna perjalanan bukan hanya soal mencapai Candi Borobudur, tetapi juga tentang menemukan ketenangan batin dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Lebih dari itu, pesan damai yang dibawa para bhikkhu lahir bukan dari kata-kata yang lantang, melainkan dari ketulusan dalam melangkah. Pada akhirnya, perjalanan spiritual terbesar dipandang sebagai upaya menuju hati manusia, tempat prasangka perlahan memudar dan rasa persaudaraan kembali tumbuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *