catrawarta.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menunjukkan penguatan pada pembukaan perdagangan Jumat, 2 Januari 2026. IHSG dibuka di zona hijau dan bergerak lebih tinggi dibanding posisi penutupan akhir tahun 2025.
Pada sesi awal, IHSG naik hampir 30 poin atau sekitar 0,34 persen ke posisi 8.676,74. Kelompok saham unggulan LQ45 juga mencatat kenaikan, menunjukkan optimisme pasar investor terhadap awal tahun perdagangan baru.
Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya harapan pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi yang lebih stabil. Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mencatat IHSG berpotensi menguji level resistance di kisaran 8.680 hingga 8.725, mencerminkan sentimen positif awal tahun.
Berdasarkan statistik pasar, mayoritas saham bergerak di zona positif pada awal sesi. LQ45 mencatat kenaikan sekitar 0,22 persen, menandakan dukungan luas dari emiten besar terhadap pergerakan IHSG hari ini.
IHSG juga menunjukkan tren kenaikan pada sesi I dengan penguatan yang lebih signifikan, mencapai sekitar 8.724,90 atau naik hampir 1 persen. Volume transaksi tercatat tinggi dengan total nilai mencapai miliaran rupiah, menunjukkan aktivitas perdagangan meningkat pada awal tahun.
Penguatan IHSG pada awal tahun ini mengikuti catatan positif akhir tahun 2025. Pada penutupan sesi terakhir tahun lalu, indeks utama BEI berakhir di wilayah hijau setelah bertahan di atas level tinggi.
Sentimen pasar domestik dipengaruhi oleh beberapa faktor ekonomi makro yang akan dirilis beberapa hari ke depan, termasuk Indeks PMI Manufaktur Indonesia. Data ini dinilai memperkuat ekspektasi pelaku pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi lokal.
Meskipun investor asing masih mencatat aksi jual bersih di pasar reguler, sentimen teknikal menunjukkan kemungkinan lanjutan penguatan IHSG pada sisa perdagangan hari ini. Analis mengamati pola teknikal seperti stochastic golden cross pada grafik indikator harian sebagai sinyal positif lanjutan.
Pergerakan IHSG yang menguat pada awal tahun 2026 menandai optimisme pelaku pasar setelah libur panjang sekaligus menunjukkan kesiapan pasar modal Indonesia menyongsong dinamika ekonomi domestik dan global. Data lanjutan sepanjang sesi perdagangan akan terus diperbarui. *

5 cm Kembali ke Bioskop 2026, Sekuel Hadir dengan Cerita Baru 