catrawarta.com — Tanggal 23 Maret diperingati sebagai World Bear Day atau Hari Beruang Sedunia, sebuah momentum untuk meningkatkan kesadaran global terhadap pentingnya pelestarian berbagai spesies beruang di dunia.
Peringatan ini menyoroti ancaman yang dihadapi populasi beruang, mulai dari kehilangan habitat, perburuan liar, hingga dampak perubahan iklim yang memengaruhi ketersediaan makanan dan ruang hidup mereka.
Menurut World Wildlife Fund (WWF), aktivitas manusia seperti deforestasi dan ekspansi lahan menjadi faktor utama yang mempersempit habitat alami beruang. “Perlindungan habitat adalah kunci utama dalam menjaga kelangsungan hidup beruang di alam liar,” demikian pernyataan WWF dalam kampanye konservasinya.
Sementara itu, data International Union for Conservation of Nature (IUCN) menunjukkan beberapa spesies beruang berada dalam status terancam. Beruang kutub, misalnya, menghadapi tekanan serius akibat mencairnya es di kawasan Arktik yang menjadi habitat utamanya.
Di Indonesia, beruang madu sebagai satu-satunya spesies beruang juga menghadapi ancaman serupa, terutama akibat kerusakan hutan dan konflik dengan manusia. Pegiat konservasi menilai perlindungan habitat dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kunci menjaga kelangsungan spesies ini.
Peringatan Hari Beruang Sedunia diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga mendorong aksi nyata dalam menjaga ekosistem serta melindungi satwa liar dari ancaman kepunahan.

Penumpang Angkutan Lebaran 2026 Tembus 10 Juta Orang, Kereta Api Jadi Idola 