catrawarta.com — Getaran akibat gempa bumi terjadi di wilayah Pangandaran, Kamis (21/5/2026) pagi. Gempa tepatnya pukul 04.04.56 WIB, terasa di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dan daerah sekitarnya. Tidak ada laporan kerusakan parah dalam kejadian tersebut.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Dr Hartanto menjelaskan dalam keterangan tertulisnya, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,7.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.27 LS dan 108.25 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 68 kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada kedalaman 21 kilometer.
”Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut,” papar Hartanto seperti termuat dalam akun media sosialnya.
Terasa di Daerah Lain
Ia menambahkan, berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi juga terasa di wilayah Tasikmalaya, Garut dengan Skala Intensitas III MMI. Getaran intensitas itu terasa nyata dalam rumah dan getaran seakan-akan ada truk besar berlalu.
Juga terasa di Ciamis dengan Skala Intensitas II – III MMI. Ini terasa nyata dalam rumah dengan getaran seolah-olah ada truk lewat di depan rumah. Pihaknya mencatat belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa bumi.
Berdasarkan pantauan BMKG hingga pukul 04:35 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
Hartanto menekankan, masyarakat hendaknya memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.
Masyarakat sebaiknya selalu memantau perkembangan melalui media resmi BMKG juga akun-akun pemerintah yang telah terverifikasi. Tidak perlu panik, tetap waspada. Masyarakat bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

Rupiah Masih di Kisaran Rp 17.600an per Dolar AS 