catrawarta.com — Keluarga korban penumpang musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500 mulai menjalani tes antem mortem guna mencocokan DNA. Mereka ada yang menjalani di daerah namun ada pula yang di Makasar, Sulawesi Selatan.
Kepala Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Muhamaad Haris menjelaskan ada keluarga korban yang mendatangi posko untuk menjalani tes. Yang bersangkutan ingin memastikan jenazah korban setelah jenazahnya ditemukan.
Pesawat dengan penumpang berjumlah 10 orang tersebut terbang dari Bandara Adisucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Kontak terakhir tercatat pada pukul 13.17. Setelah itu petugas bandara kehilangan kontak hingga ditemukan di perbukitan sekitar Leang-Leang.
Warga sekitar sempat mendengar suara dentuman pada arah Gunung Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan. Pesawat yang sedang melakukan patroli Kementerian Perhubungan tersebut menabrak lereng gunung.
Seorang pendaki yang mengetahui kejadian itu mengambil foto serpihan pesawat dan mengirimkan ke media sosial. Hal itu semakin memudahkan tim gabungan mengetahui lokasi pasti pesawat.
Tim Gabungan Kerahkan Kekuatan Penuh
Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko mengungkapkan telah mengerahkan pesawat dan helikopter untuk mencari lokasi pasti jatuhnya pesawat. Tim bisa mencapai lokasi ketika cuaca memungkinkan dan menurunkan anggota penyelamat.
Tim dari udara bertemu dengan regu penyelamat dari darat. Mereka melakukan upaya penyelamatan dengan sangat hati-hati karena lokasi yang curam dan kabut tebal serta angin kencang. Hujan deras juga turun menjadi kendala upaya penyelamatan.
Kendati demikian, tim harus segera melakukan evakuasi korban. Seorang anggota penyelamat dari TNI AU mengawali turun ke bawah lereng curam untuk melihat kondisi korban. Setelah itu menyusul beberapa orang untuk mengevakuasi salah satu korban yang meninggal.
”Kami lakukan secara maksimal dengan tetap memperhatikan keselamatan tim. Mereka harus berhatu-hati mengingat cuaca, kabut tebal, hujan dan angin kencang,” ujar Bangun.
Menabrak Lereng Gunung Karst
Ketua Komite Nasional Kelematan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono membenarkan tim gabungan telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Ia mengatakan pesawat menabrak lereng gunung.
Ia mengatakan pilot senior masih mengendalikan pesawat sebelum kecelakaan terjadi. Namun kemudian menabrak gunung karts. Serpihan pesawat yang tercerai berai mengindikasikan terjadi benturan sangat keras.
”Investigasi penyebab kecelakaan terus kami lakukan untuk menemukan faktornya secara pasti berdasarkan rekaman dan bukti-bukti lain,” ujar Soerjanto.

Konten Pornografi Daring, Indonesia Peringkat Ketiga Dunia 