Warta

Amerika Serikat Incar Cadangan Minyak Iran, Rebutan Akses Energi Global

catrawarta.com — Cadangan minyak bumi menjadi salah satu agenda besar Amerika Serikat yang bersama Israel menyerang Iran. Ini mengingatkan pada agresi AS...

MINYAK: Ilustrasi industri minyak, ini menjadi incaran Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comCadangan minyak bumi menjadi salah satu agenda besar Amerika Serikat yang bersama Israel menyerang Iran. Ini mengingatkan pada agresi AS ke Venezuela yang dikabarkan juga mengincar produksi minyak negara tersebut.

”Konflik yang semakin memuncak di Timur Tengah tidak hanya berkaitan dengan masalah geopolitik dan ancaman keamanan. Konflik mengandung agenda strategis dalam perebutan akses energi global, terutama terkait cadangan minyak mentah Iran yang sangat besar,” papar Pakar Ekonomi Politik Internasional, Prof Faris Al-Fadhat.

Menurutnya, isu bahaya nuklir tidak dapat dilepaskan dari kepentingan ekonomi yang jauh lebih besar. Masyarakat perlu melihat dari sudut pandang yang lebih luas bahwa ada perebutan sumber-sumber ekonomi yang jauh lebih besar daripada sekadar menyerang Iran karena dianggap sebagai ancaman politik.

Cadangan Minyak Terbesar

Faris melanjutkan, Iran tercatat sebagai pemilik cadangan minyak terbesar ketiga di dunia, dengan cadangan terbukti mencapai sekitar 208,6 miliar barel, atau hampir 12 persen dari total cadangan minyak global, menurut data OPEC. Posisi ini hanya berada di bawah Venezuela dan Arab Saudi dalam peringkat dunia.

”Data tersebut menunjukkan setiap gangguan terhadap produksi atau pemasokan minyak Iran dapat berdampak signifikan pada pasar energi global,” ujarnya.

Terutama apabila konflik meluas atau mengancam stabilitas jalur transit energi seperti Selat Hormuz, yakni jalur yang menjadi rute keluar utama bagi sekitar 20 persen minyak bumi yang diangkut melalui laut.

Dampak konflik pun dapat dirasakan oleh perekonomian negara lain. Sebagian besar ekspor minyak Iran menuju Tiongkok, yang merupakan salah satu konsumen energi terbesar dunia. Gangguan suplai dapat memicu lonjakan harga minyak serta gejolak di pasar energi internasional.

Keuntungan Jangka Panjang

Ia membandingkan motif strategis konflik dengan kebijakan luar negeri AS pada masa sebelumnya, termasuk intervensi di negara-negara produsen minyak lain. Menurutnya, perubahan rezim di negara kaya energi dapat memberikan keuntungan jangka panjang bagi AS karena memudahkan akses ekonomi yang lebih dominan di kawasan tersebut.

”Penguasaan akses energi menjadi instrumen penting untuk mempertahankan dominasi ekonomi dan politik global,” tandas Faris.

Eskalasi konflik, imbuhnya, berpotensi memperuncing rivalitas antara kekuatan besar dan memperlemah stabilitas pasar energi internasional. Jika ketegangan terus meningkat, bukan hanya kawasan Teluk Persia yang terdampak, melainkan juga negara-negara berkembang yang sangat sensitif terhadap fluktuasi harga minyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *