Pena Catra

Hari Memompa ASI Sedunia – Air Susu Ibu Belum Jadi Prioritas

catrawarta.com — Air susu ibu (ASI) hampir selalu disebut sebagai makanan terbaik bagi bayi. ASI bukan hanya sumber gizi, tetapi fondasi imunitas,...

ilustrasi memompa Ais Susu Ibu (ASI)

catrawarta.comAir susu ibu (ASI) hampir selalu disebut sebagai makanan terbaik bagi bayi. ASI bukan hanya sumber gizi, tetapi fondasi imunitas, tumbuh kembang, dan kesehatan jangka panjang. Pembicaraan ASI sesungguhnya adalah pembicaraan masa depan generasi. Hari Memompa ASI Sedunia (World Pumping Day) adalah pengingat bahwa praktik memompa ASI adalah bagian sah dan penting dari ekosistem menyusui.

Memompa ASI sering dipersepsikan sebagai “pilihan kedua”, seolah-olah nilainya lebih rendah dibanding menyusui langsung. Padahal yang penting makanan pertama dan utama bayi hingga umur enam bulan itu adalah ASI. Cara ASI itu sampai ke bayi entah disusui langsung atau melalui ASI perah tidak mengurangi manfaat biologisnya selama dilakukan dengan benar.

Indonesia sebenarnya tidak kekurangan regulasi. Undang-Undang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah tentang ASI Eksklusif menegaskan hak bayi atas ASI serta kewajiban negara, keluarga, dan lingkungan kerja untuk mendukung ibu menyusui. Namun dalam praktiknya dukungan itu belum maksimal. Fasilitas laktasi di tempat kerja belum merata. Waktu memompa sering dianggap “gangguan produktivitas”. Ibu masih harus bernegosiasi dengan sistem yang belum sepenuhnya ramah.

Ibu yang memompa ASI kerap mendapat stigma tidak baik di masyarakat. Kurang “alami”, kurang “total”, atau bahkan dianggap lebih memilih bekerja daripada menyusui langsung. Memompa ASI adalah strategi yang bisa dilakukan oleh siapapun yang ingin menjaga kesinambungan ASI. Ibu bekerja, ibu rumah tangga, ibu dengan kondisi medis tertentu, siapapun boleh memberikan ASI pompa bagi anaknya.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ASI eksklusif selama enam bulan berkontribusi signifikan dalam menurunkan risiko stunting. ASI menyediakan zat gizi esensial, melindungi bayi dari infeksi berulang, dan mendukung penyerapan nutrisi secara optimal. Semua itu adalah semua faktor kunci dalam pencegahan stunting.

Memompa ASI bukan isu gaya hidup, melainkan instrumen kesehatan publik. Ketika ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI melalui pompa, maka peluang bayi untuk mendapatkan nutrisi optimal tetap terjaga. Artinya, dukungan terhadap ibu memompa ASI adalah bagian dari strategi nasional pencegahan stunting, bukan isu individual semata.

Diskursus tentang menyusui terlalu lama dibebankan pada ibu. Padahal, keberhasilan ASI sangat ditentukan oleh lingkungan terdekat, terutama suami. Dukungan emosional, pembagian peran domestik, hingga sikap non-menghakimi adalah faktor krusial yang sering luput dibicarakan. Ibu yang memompa ASI tidak hanya butuh alat tapi juga pengakuan bahwa apa yang ia lakukan bernilai, sah, dan penting.

Peringatan Hari Memompa ASI Sedunia merupakan pengingat bahwa sukses meng-ASI-hi bukan beban individu melainkan tanggung jawab kolektif. Jika bangsa ini serius membangun generasi sehat dan menekan angka stunting, maka setiap tetes ASI -termasuk yang dipompa- harus dihormati dengan dukungan nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *