Catra Cendekia

Satu Dekade Penantian, UIN Sunan Kalijaga Mulai Bangun Kampus Berkonsep Forest Campus di Bantul

UIN Sunan Kalijaga resmi memulai pembangunan Kampus II di Pajangan, Bantul pada Juli 2026. Kampus ini mengusung konsep forest campus yang ramah...

Three men in batik shirts and peci hats stand in a sunlit tree filled yard beside a small brick building talking
Lokasi Kampus II UIN Sunan Kalijaga di Bantul. (Dok.UIN Sunan Kalijaga)

catrawarta.comUniversitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta memulai pembangunan Kampus II di Pajangan, Bantul, akhir Juli 2026.

Rencana pembangunan yang telah dipersiapkan selama lebih dari satu dekade lebih atau persisnya sejak tahun 2012 itu ditandai dengan dimulainya pekerjaan pengerasan tanah.

Pengadaan lahan seluas kawasan tersebut sebelumnya telah berhasil diselesaikan secara menyeluruh pada tahun 2021 atas dukungan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang menilai wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki prospek pertumbuhan masa depan yang sangat cerah.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan mengungkapkan rasa syukurnya atas dimulainya fase fisik pembangunan kampus terpadu itu.

“Pekerjaan pengerasan tanah serta pembangunan akses jalan yang membelah area kampus dari ujung barat hingga timur merupakan prasyarat utama sebelum pembangunan kawasan akademik dilakukan secara bertahap,” kata Noorhaidi, Sabtu, 25 Juli 2026.

Ia menyebut pengembangan infrastruktur dasar tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan kawasan pendidikan yang dirancang mampu mengakomodasi kebutuhan UIN Sunan Kalijaga dalam jangka panjang. Baik untuk penyelenggaraan pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

​Sesuai arahan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, kata dia, fokus tahap awal diarahkan pada pembuatan jalan akses sepanjang 475 meter dengan lebar 14 meter.

Gedung pertama yang direncanakan berdiri di lokasi tersebut adalah Gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, yang nantinya juga dapat difungsikan untuk mendukung aktivitas akademik unit lain sesuai dinamika perkembangan institusi.

​Lebih lanjut, Noorhaidi menegaskan bahwa Kampus II diproyeksikan menjadi wajah baru UIN Sunan Kalijaga yang memadukan keunggulan akademik dengan kelestarian alam.

“Dalam sepuluh tahun ke depan, insyaallah kawasan ini akan menjadi kawasan yang sangat indah. Konsepnya adalah forest campus, dengan tetap menjaga dan tidak mengubah kehijauan lingkungan yang sudah ada,” katanya.

Melalui pendekatan konsep forest campus ini, pertumbuhan fisik bangunan akan berjalan berdampingan secara harmonis dengan pelestarian lingkungan tanpa menghilangkan karakter hijau kawasan lokal.

Lurah Guwosari, Masduki Rahmad, mengapresiasi terealisasinya pembangunan yang telah lama ditunggu oleh warganya.

“Kami bersyukur karena pengembangan Kampus II kini memasuki tahap implementasi. Harapan kami, pembangunan ini tidak hanya memperkuat UIN Sunan Kalijaga sebagai institusi pendidikan, tetapi juga membuka peluang kemajuan bagi masyarakat Guwosari,” katanya.

Masduki optimistis keberadaan kampus ini dapat memperluas ruang kolaborasi dan membawa dampak ekonomi bagi warga setempat, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga komunikasi dan semangat gotong royong selama proses konstruksi berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *