catrawarta.com — Nama Amir Hamzah sudah tidak asing lagi di dunia sastra Indonesia. Ia dikenal sebagai sastrawan besar angkatan Pujangga Baru sekaligus Pahlawan Nasional yang berjasa dalam memperkaya khazanah puisi Indonesia modern. Nama lengkapnya Tengkoe Amir Hamzah Pangeran Indra Poetera, dan hingga kini karya-karyanya masih menginspirasi banyak pecinta sastra di Indonesia.
Meski usianya hanya 35 tahun, ia lahir 28 Februari 1911 dan wafat 20 Maret 1946, namun sejumlah karyanya mampu membuai para penikmat sastra hingga sekarang. Buah pena Amir Hamzah dinilai fenomenal. Karya yang ia hasilkan dalam bahasa Melayu-Indonesia. Ambil contoh sebuah puisi yang berjudul ‘Padamu Jua’, yang menggambarkan tentang kerinduan hamba kepada Tuhan.
Dalam puisi tersebut dilukiskan bagaimana, hamba tersebut mengalami kekecewaan hingga kemudian menemukan cinta sejati dan kedamaian abadi pada Tuhan.
Sebuah pesan yang sarat nilai-nilai relegius agar manusia selalu ingat Tuhan ketika dalam keadaan bahagia maupun saat dirundung kesusahan.
Melayu Kental
Hal lain dari sosok Amir Hamzah adalah, ia seorang penyair yang ‘haus’. Ia terbukti memperkaya pengetahuannya dengan kebudayaan lain. Amir Hamzah tumbuh dalam lingkungan kehidupan melayu di Tanjungpura, Langkat, Sumatera Utara yang kental, namun pada akhirnya ia bisa menerima kebudayaan Jawa, modern, Asia dan lain-lain.
Salah satu tulisan lain yang viral di masa itu adalah, ketika Amir Hamzah membuat karya tentang ‘Petualangan Amir Hamzah’, yakni tulisan yang mengisahkan Paman Nabi Muhammad SAW, Hamza Ibnu Muthalib. Kisah yang ia tuangkan dinilai fantastis, karena dianggap sangat detail dalam menggambarkan sosok Hamza tersebut.
Kontribusinya dalam memajukan sastra Indonesia tak ternilai. Selain lewat karya-karyanya yang banyak diakui, seperti ‘Nyanyi Soenyi’ kemudian ‘Boeah Rindu’ dan sederet puisi lainnya, Amir Hamzah juga menerbitkan majalah Pujangga Baru yang memuat pantun bebas dalam khasanah Sastra Indonesia.
Pelopor Puisi Indonesia
Inilah yang kemudian membuat seorang HB Jassin menjuluki Amir Hamzah sebagai Raja Penyair Pujangga Baru. Mengapa? Karena, Amir Hamzah dianggap menjadi pelopor puisi Indonesia modern.
Karya sastra Amir Hamzah mengajarkan keteguhan sprititual, cinta tanah air dan harmonisasi kebudayaan.
Dengan kata lain, penyair ini mengajarkan tentang kedekatan kepada Tuhan di tengah kehidupan sekarang yang dianggap sudah modern. Di sisi lain, tetap menghargai akar budaya tradisi (melayu dan Indonesia), namun tetap terbuka menerima modernitas untuk memperkaya perspektif ke depan.
Namun, di akhir hidupnya Amir Hamzah memang mengundang keprihatinan.
Karena ia dibunuh dalam peristiwa Revolusi Sosial. Saat itu, ia ditangkap dan kemudian dieksekusi. Namun, karena jasa-jasanya dalam memajukan Sastra Indonesia, Amir Hamzah telah dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 1975. (Dari berbagai sumber)

Indonesia Bukan Tumpukan Plastik! 