Catra Budaya

Gelar Tari Jawa Tengah ke-25 Hadirkan Sanggar dari Banyumas dan Blora

Forum Silaturahmi Sanggar Tari (FSST) Jawa Tengah kembali menggelar Gelar Tari Jawa Tengah (GTJ) ke-25 di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Semarang,...

Forum silaturahmi sanggar tari fsst jawa tengah kembali menggelar gelar tari jawa tengah gtj ke 25 di taman budaya jawa tengah tbjt semarang sabtu 1172026 malam
Sanggar Ganesha Sura Kencana dari Blora menampilkan kesenian Barongan yang menjadi identitas budaya daerah tersebut. (dok Forum Silaturahmi Sanggar Tari (FSST) Jawa Tengah)

catrawarta.comForum Silaturahmi Sanggar Tari (FSST) Jawa Tengah kembali menggelar Gelar Tari Jawa Tengah (GTJ) ke-25 di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Semarang, Sabtu (11/7/2026) malam.

Pada penyelenggaraan tahun ini, FSST Jawa Tengah menampilkan dua sanggar tari dari Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Blora, yakni Sanggar Kalamangsa dan Sanggar Ganesha Sura Kencana.

Pelaksana Tugas Kepala TBJT, Sarido, mengatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan tersebut, terlebih para peserta yang tampil telah melalui proses kurasi oleh FSST Jawa Tengah.

“Tentunya sudah melalui pertimbangan yang matang dalam menentukan siapa yang akan tampil. Saya yakin yang tampil malam ini merupakan putra-putri terbaik,” kata Sarido saat membuka GTJ ke-25 di kompleks TBJT.

Ia berharap berbagai pertunjukan seni yang digelar di TBJT dapat menjadi inspirasi bagi pertumbuhan dan perkembangan seni budaya di Jawa Tengah.

Koordinator GTJ ke-25, Sekar Arum, mengatakan pertunjukan tersebut merupakan sajian perdana FSST Jawa Tengah sepanjang tahun 2026.

“Untuk pertunjukan kali ini kami menghadirkan Sanggar Kalamangsa dari Kabupaten Banyumas dan Sanggar Ganesha Sura Kencana dari Kabupaten Blora,” ujarnya.

Dancers in red outfits perform a bamboo stick routine on stage with one performer elevated and holding a green pole above the crowd
Sanggar Kalamangsa dari Banyumas mengangkat tema bambu dalam pertunjukannya. (Dok FSST Jawa Tengah)

Menurut Sekar, setiap sanggar yang terpilih telah mendapatkan pemberitahuan sedikitnya enam bulan sebelum pementasan agar memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan penampilan secara maksimal.

“Supaya mereka bisa mempersiapkan penampilan dengan matang, baik menampilkan karya lama maupun karya baru,” katanya.

Sementara itu, Ketua FSST Jawa Tengah, Yoyok Bambang Priyambodo, mengaku terkesan dengan penampilan kedua sanggar yang dinilai memiliki karakter dan ciri khas yang kuat.

Menurutnya, Sanggar Kalamangsa dari Banyumas mengangkat tema bambu dalam pertunjukannya, yang merefleksikan kehidupan masyarakat pedesaan yang lekat dengan penggunaan bambu dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalamangsa membawakan bambu sebagai tema tarian. Itu menarik karena kehidupan di desa banyak menggunakan alat-alat dari bambu, bahkan hingga sekarang,” ujarnya.

Sementara Sanggar Ganesha Sura Kencana dari Blora menampilkan kesenian Barongan yang menjadi identitas budaya daerah tersebut.

“Kalau Blora sudah pasti menampilkan Barongan. Yang menarik, para penampil dari Blora ini masih duduk di bangku SMP. Dari situ saya melihat bahwa kesenian warisan leluhur ini masih terus dilestarikan oleh generasi muda,” kata Yoyok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *