Catra Budaya

Agus Setyawan Raih Trofi Abyakta PWI, Bupati Temanggung, Sang Pelestari Jaran Kepang

catrawarta.com — Pembukaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) di Hall Kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat, baru-baru...

Bupati Agus menari Jaran Kepang di Jakarta

catrawarta.comPembukaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) di Hall Kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat, baru-baru ini berubah menjadi panggung kejutan budaya. Hadirin yang awalnya bersiap menyimak sambutan-sambutan seremonial, mendadak terkejut, namun kemuidan muncul rasa kagum untuk menonton pertunjukan dadakan itu.

Bupati Temanggung, Agus Setyawan,  nekat dan membuat kejutan. Ia berani  spontanitas membawakan Tari Kuda Lumping atau Jaran Kepang di panggung tersebut. Bersama Agus, tiga seniman muda belia, generasi penerus kuda lumping yang merupakan pelajar SMK Bhumi Phala Parakan. 

Mereka kompak mendampingi sang bupati menghidupkan aura tradisi Jawa yang enerjik dan mistis-jenaka.

Agus, yang lebih populer dengan panggilan Agus Gondrong,  menari dengan gaya penuh penghayatan, namun tetap santai. Baginya, menari kuda lumping adalah santapanya sejak kecil bersama grup kesenian di desanya di daerah Tretep Temanggung.

Gerakannya luwes, ekspresinya total dan stamina panggungnya bikin kepala daerah lain hanya bisa bertepuk tangan sambil bergumam, “Lho, iki bupati apa seniman keliling?”

Lebih istimewa lagi, Agus tercatat sebagai satu-satunya kepala daerah yang menari langsung di panggung nasional demi memamerkan budaya lokal. Ia hadir di Jakarta bukan hanya untuk ngibing atau menari, tetapi juga karena berhasil lolos menjadi satu dari sepuluh nominator kepala daerah yang maju ke babak presentasi—tahap akhir penilaian Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026. 

Para nominator tersebut terdiri tiga walikota dan tujuh bupati. Tiga walikota yang lolos yakni Wahyu Hidayat (Malang), Andi Harun (Samarinda) dan Mohan Roliskan (Mataram).

Sedangkan, tujuh bupati yakni Harmartoni Ahadis (Lampung Utara), Agus Setyawan (Temanggung), Heribertus G. Laju Nabit (Manggarai), Arief Rohman (Blora), Maya Hasmita (Labuhanbatu), Hermus Indou (Manokwari) dan John Kenedy Azis (Padang Pariaman).

Pada akhirnya, Bupati Temanggung Agus Setyawan meraih Trofi Abyakta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Penghargaan tersebut akan diserahkan pada puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten, 9 Februari mendatang.

Mantan Kades Campurejo Tretep itu berhasil menyabet trofi atas dedikasinya dalam pelestarian dan pengembangan seni tradisi Kuda Lumping serta visinya untuk membawanya ke kancah internasional.

Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto,  menyatakan, Indonesia punya harta budaya yang tak ternilai dan harus dijaga bersama. Ia pun memberi penekanan tajam pada peran pers. “Pers dan media harus terus bersinergi dan berkomitmen menjaga warisan budaya sebagai wajah dan kekuatan Indonesia,” ujarnya.

Komitmen Bupati Temanggung dalam melestarokan budaya lokal,  tak hanya diucap, tapi juga dibuktikan dengan tampil langsung di depan publik. Selamat untuk Pak Agus Setyawan, bupati gondrong dari Temanggung atas prestasinya nguri-uri budaya lokal. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *