Warta

Cetak Hattrick di Timnas, Mitchell Baker Ternyata Keturunan Jogja-Semarang

Cetak hat-trick untuk Timnas Indonesia, inilah sosok Mitchell Baker! Striker naturalisasi asal Australia yang ternyata memiliki darah keturunan Yogyakarta dan Semarang.

Georgetown soccer players celebrate on the field one in the foreground with arm extended outward and teammates behind him
TIGA GOL: Pencetak 3 gol laga Indonesia vs Kamboja, Mitchell Lee Baker.(Sumber: instagram _mitchell.baker)

catrawarta.comPemain Tim Nasional Indonesia, Mitchell Baker mencetak 3 gol dalam laga melawan Kamboja pada laga perdana Grup A ASEAN Championship (Piala AFF) di Stadion Pakansari, Bogor. Meskipun menjadi pemain muda dalam timnas senior, penampilannya tak kalah dengan mereka yang berusia jauh di atasnya. Dalam sepak bola, usia muda tak jadi persoalan. Lain halnya ketika sudah beranjak tua.

Pencetak hat-trick tersebut menjadi perhatian banyak orang. Dalam mesin pencarian Google, ia merupakan sosok yang paling banyak dicari usai pertarungan yang membawa Indonesia meraih 3 poin penuh.

Namanya Mitchell Baker, pemain naturalisasi asal Australia. Pemilik nama lengkap Mitchell Lee Baker itu menjadi salah satu pemain muda menonjol di timnas senior Indonesia.

Laman Wikipedia menuliskan Mitchell Baker adalah pemain sepak bola profesional yang bermain sebagai penyerang untuk Georgetown Hoyas dan klub Liga 2 USL Vermont Green. Lahir di Australia, ia kini mewakili Tim Nasional Indonesia. Baker resmi menjadi Warga Negara Indonesia melalui proses naturalisasi pada 13 Juli 2026.

Ia tampil perdana untuk Indonesia pada laga melawan Kamboja pada 27 Juli 2026. Bermain sejak menit pertama, ia mencetak 3 gol pada laga tersebut sebelum digantikan Jens Raven pada babak kedua. Baker menerima penghargaan sebagai pemain terbaik pada laga tersebut.

Keturunan Yogyakarta dan Semarang

Laman detik.com menuliskan, Mitchell Lee Baker memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibu yakni Maureen Lee Baker. Kakeknya, Han Koen Li, lahir di Yogyakarta, sedangkan neneknya, Li Nio The Lie, lahir di Semarang.

Pemain dengan tinggi badan 197 cm tersebut sangat menonjol dari sisi fisik dan kekuatan membawa bola. Kelebihan tinggi badan dan panjang kaki menjadi keuntungan baginya.

Seperti halnya pemain tinggi besar asal Norwegia, Erling Haaland yang menjadi idola selama Piala Dunia 2026 lalu. Ia terlihat sangat menonjol karena kekuatan dan kecepatannya dalam berlari.

Selain itu, pemain dengan tinggi badan di atas rata-rata lebih mudah memenangkan pertarungan bola-bola atas menggunakan kepala. Mereka lebih mudah menanduk dan mengarahkan bola sesuai keinginan.

Dengan penampilan begitu menonjol apalagi mencetak 3 gol, Baker dinobatkan sebagai pemain terbaik pada laga Indonesia melawan Kamboja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *