Warta

Paris Hilton Klaim Disiksa di Sekolah, Kini Izin Sekolah Dicabut

Negara Bagian Utah mencabut izin sebuah sekolah berasrama di kampus Provo Canyon School di Springville, yang diduga telah terjadi kekerasan terhadap...

Negara bagian utah mencabut izin sebuah sekolah berasrama di kampus provo canyon school di springville yang diduga telah terjadi kekerasan terhadap para remaja
Paris Hilton dalam pernyataannya telah mengalami kekerasan di Provo Canyon School, Utah. (dok pribadi)

catrawarta.comNegara Bagian Utah mencabut izin sebuah sekolah berasrama di kampus Provo Canyon School di Springville, yang diduga telah terjadi kekerasan terhadap para remaja yang dititipkan di asrama, setelah sosialita Paris Hilton buka suara melalui film dokumenternya This is Paris yang tayang 2020.

Ia kemudian membuat film dokumenter lagi berjudul Paris in Love (2022), dan Infinite Icon: A Visual Memoir (2026). Dokumenter terbaru ini menyoroti perjalanan musiknya, pemulihan trauma, dan perilisan album keduanya.

Sejak ia buka suara, Paris terus melakukan kampanye setop kekerasan terhadap anak baik di parlemen maupun di depan sekolahnya. Pencabutan izin tersebut dilakukan karena sekolah dinilai “gagal” menyediakan layanan kesehatan dan keselamatan yang sesuai bagi para klien.

Paris Hilton adalah satu dari puluhan remaja yang mengalami kekerasan fisik dan mental. Hilton, pewaris jaringan hotel dan figur publik, menghabiskan hampir satu tahun di sekolah tersebut pada akhir 1990-an. 

“Saya adalah salah satu dari anak-anak itu. Saya tahu bagaimana rasanya menangis meminta pertolongan dan percaya bahwa tidak ada seorang pun yang akan datang. Hari ini, anak-anak yang masih berada di fasilitas tersebut tahu bahwa akhirnya ada seseorang yang datang untuk melindungi mereka.”

Ia mengaku bahwa staf memukulinya, mengawasinya saat mandi, memberinya pil yang tidak diketahui jenisnya, serta mengurungnya dalam ruang isolasi tanpa mengenakan pakaian.

“Selama lebih dari 50 tahun, anak-anak telah datang dan menceritakan kisah tentang kekerasan, pengabaian, dan trauma,” kata Hilton dalam pernyataan yang disampaikan pada 7 Juli 2026.

Tindakan pemerintah negara bagian tersebut berlaku mulai Senin 14 Juli lalu berdasarkan pada sejumlah pelanggaran yang ditemukan di kampus Provo Canyon School di Springville. 

Pihak sekolah memiliki waktu 15 hari untuk meminta pemeriksaan atau sidang kepada Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Utah.

Pelanggaran Kekerasan Terhadap Anak

Berbagai pelanggaran yang tercatat sejak 2025 itu antara lain kegagalan meningkatkan rasio jumlah staf terhadap klien, melakukan tindakan pengekangan yang tidak diperlukan dan kontak fisik agresif terhadap seorang klien.

Pelanggaran lainnya mengabaikan perawatan, serta tidak melakukan verifikasi informasi karyawan atau menyerahkan pemeriksaan latar belakang calon pegawai secara tepat waktu.

Pejabat kesehatan Utah juga memberlakukan pembatasan sementara terhadap sekolah tersebut pada Mei 2026 setelah menemukan bahwa staf tidak segera mencari pertolongan medis bagi seorang siswa yang mengalami luka serius.

Dalam situs resminya, Provo Canyon School disebut sebagai fasilitas perawatan residensial psikiatri untuk anak muda berusia 12 hingga 18 tahun. 

Dilansir dari The Guardian, pemerintah negara bagian Utah menyatakan seluruh layanan di kampus tersebut harus dihentikan paling lambat 6 Agustus.

Pada Juni lalu, Hilton kembali mendatangi sekolah tersebut untuk memberikan dukungan kepada dua keluarga yang mengajukan gugatan hukum dengan tuduhan bahwa anak-anak mereka mendapat perlakuan buruk selama berada di sana.

Sekolah tersebut kini berada di bawah kepemilikan baru. Pihak manajemen menyatakan tidak dapat memberikan komentar mengenai berbagai kejadian yang berlangsung sebelum pergantian kepemilikan, termasuk mengenai masa ketika Hilton berada di sekolah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *