catrawarta.com — Tim SAR gabungan memperpanjang proses pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kapal penumpang itu mengalami kendala mesin saat berlayar dari Pulau Jampea ke Benteng, Selayar. Di tengah perjalanan, kapal mengalami kerusakan mesin kemudian tenggelam.
Tim SAR dan berbagai elemen penyelamat segera melakukan pencarian, karena jarak yang jauh dan cuaca tidak bersahabat, mereka baru sampai di lokasi setelah beberapa jam. Tercatat pada penyelamatan awal, sebanyak 46 korban berhasil dievakuasi selamat, 1 orang ditemukan meninggal dan 24 lainnya belum ditemukan.
Data terbaru menyebutkan, tim penyelamat telah menemukan 3 jenazah sedangkan 16 lainnya dalam proses pencarian. Memasuki hari ke-8 dan pekan kedua, kemungkinan besar korban yang belum ditemukan tak mampu bertahan di tengah gelombang dan cuaca buruk.
Jenazah terakhir menurut TIM SAR ditemukan di perairan sebelah timur Pulau Sanana Besar setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar menerima laporan dari aparat Desa Pulau Matallang. Kapal SAR Pacitan bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan kemudian diserahkan ke Kapal Negara (KN) Sar Kamajaya.
Hingga saat ini dua jenazah telah berada di KN Sar Kamajaya, satu jenazah lain telah ditemukan pada awal evakuasi sepekan lalu. Dua jenazah terbaru selanjutnya dibawa menuju Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar guna menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Basarnas Perpanjang Pencarian
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), operasi pencarian dan pertolongan maksimal tujuh hari. Tetapi berdasarkan hasil evaluasi, adanya penemuan korban, serta kesepakatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur SAR, operasi diperpanjang.
”Sesuai SOP, operasi SAR dilaksanakan selama tujuh hari. Namun setelah dilakukan evaluasi bersama dan mempertimbangkan masih adanya korban yang belum ditemukan serta ditemukannya dua jenazah pada hari ketujuh, kami memutuskan untuk memperpanjang operasi SAR selama tiga hari ke depan,” papar Yudhi Bramantyo dalam pernyataan resmi di akun @sar_nasional.
Selama masa perpanjangan operasi, Tim SAR Gabungan akan tetap mengerahkan seluruh unsur laut dan potensi yang berada di lokasi. Mereka melakukan penyesuaian area pencarian berdasarkan analisis pergerakan arus, angin, dan hasil evaluasi Search and Rescue Maritime Prediction (SARMAP).
Pihaknya akan tetap mengerahkan alut dari KN SAR Kamajaya, KN SAR Pacitan, KN SAR Puntadewa, RB 202, KRI Marlin 877, KRI Hiu, Boeing 737-200 serta seluruh potensi SAR yang terlibat untuk pencarian dan evakuasi.
Saat ini seluruh korban yang selamat tercatat 59 korban selamat, 3 orang meninggal dan 16 dalam proses pencarian. Keluarga yang masih dalam proses pencarian berharap ada keajaiban.

Sakit Jantung, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur 