catrawarta.com — Konser Bel Canto: The Italian Voice menjadi salah satu wujud kolaborasi budaya antara Indonesia dan Italia yang mempertemukan tradisi Keraton Yogyakarta dengan seni musik klasik Italia. Pertunjukan ini digelar melalui kerja sama antara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kedutaan Besar Italia di Indonesia hingga Istituto Italiano di Cultura (IIC) Jakarta sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan budaya kedua negara.
Mengusung tema The Italian Voice, konser yang dimulai pada pukul 19.00 WIB di pelataran Museum Benteng Vredeburg, Daerah Istimewa Yogyakarta ini sukses menghadirkan repertoar musik klasik Italia yang dipadukan dengan nuansa budaya Yogyakarta. Kolaborasi ini tidak hanya menawarkan pengalaman artistik bagi penonton, tetapi juga menjadi ruang dialog lintas budaya melalui bahasa universal, yakni musik.
Di bawah arahan langsung dari Aurelio Canonici, ada soprano Eva Polimeni, Daniele Falcone, Matteo Mancini berhasil membuat ratusan pasangan mata terpukau.
Konser Bel Canto dengan penampilan para pemusik andal dan elegan ini juga diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan tradisi musik Italia kepada masyarakat Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa ruang-ruang budaya di lingkungan Kraton terbuka untuk berbagai bentuk kolaborasi internasional.
Bagi Italia, seni opera dan teknik vokal bel canto merupakan salah satu warisan budaya yang telah dikenal di berbagai belahan dunia. Sementara itu, Kraton Yogyakarta selama ini aktif menghadirkan beragam program seni dan budaya yang melibatkan mitra dari berbagai negara sebagai bagian dari diplomasi kebudayaan.

Melalui penyelenggaraan Bel Canto: The Italian Voice, kedua pihak seolah ingin menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang budaya justru dapat melahirkan harmoni. Musik menjadi medium yang menyatukan tradisi, sejarah, dan nilai-nilai persahabatan antara Indonesia dan Italia dalam satu panggung pertunjukan.
Kolaborasi ini sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu pusat kebudayaan yang terbuka terhadap kerja sama internasional tanpa meninggalkan identitas lokal. Kehadiran konser Bel Canto menjadi contoh bagaimana seni dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dari berbagai negara melalui apresiasi terhadap budaya dan kreativitas.

Tata Kelola Keuangan Buruk, Banyak Pemda Tak Mampu Bayar PPPK 