catrawarta.com — Jenazah mayat pria ditemukan tak bernyawa di samping Gedung RSUD Tengku Rafian Siak, Riau, Selasa (14/7). Setelah diselidiki dari sejumlah kartu identitas yang masih menempel, korban ternyata merupakan dokter yang tengah menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi, warga Jalan Air Kabur Atas, Wailola, Bula, Seram Bagian Timur, Maluku.
Korban berinisial AKL (30) ini ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB. Pelacakan korban dan penemuan jasadnya dilakukan sejak yang bersangkutan dilaporkan sang istri, YM (31) yang juga bertugas sebagai dokter dan tinggal di asrama RSUD Tengku Rafian, bahwa sejak Senin (13/7) sore, sosoknya tak kembali ke kediaman dan nomor teleponnya juga tidak bisa dihubungi. Terakhir, istri menghubungi korban pada 17.30 dan tidak terhubung.
Sang istri dilaporkan telah berusaha menghubungi pihak keluarga besar dan rekan seprofesinya. Namun kala itu, istri korban mengaku tak mendapat informasi yang menjelaskan kondisi serta keberadaan yang bersangkutan.
Setelah tak kunjung menemukan suami, sang istri yang dibantu petugas keamanan RSUD kemudian mulai memantau rekaman CCTV.
Dari hasil rekaman CCTV, ditemukan jejak terakhir AKL yang terlihat berjalan seorang diri keluar dari kawasan Gedung RSUD dan menuju ke Jalan Raja Kecik.
Pencarian korban kemudian dilanjutkan pada Selasa pagi. Saat itu, petugas kemudian menyisir lokasi yang menjadi titik terakhir kali korban terlihat dari rekaman CCTV.
Petugas lantas memanjat pagar RS dan mulai melihat korban dalam keadaan terlentang di area semak belukar sekitar 5 meter dari pagar Gedung RSUD Tengku Rafian Siak.
“Sekitar pukul 11.30 WIB, saksi melakukan pencarian di area semak belukar di samping pagar RSUD,” kata Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Pamulais, Selasa (14/7).
Saat ditemukan, korban masih berpakaian rapi dengan menggunakan tas hitam yang berisi dompet, hp, alat medis, hingga kartu identitas RSUD Tengku Rafian yang bertuliskan nama korban.
Korban lantas dievakuasi ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk menjalani proses autopsi. Hingga saat ini, polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut untuk memastikan penyebab kematian korban.

PPDS dan Nyawa yang Terus Melayang 