Warta

Dendam dan Sakit Hati Jadi Motif Otak Pembunuhan Dumaris

catrawarta.com — Pelaku utama atau otak di balik pembunuhan Dumaris Deniwati Boru Sitio yakni mantan menantu berinisial AF. Di hadapan Kapolres Kota...

Man in a white tshirt is handcuffed standing with others outdoors near a wooden table with water bottles nearby
PELAKU: Otak pelaku pembunuhan dan eksekutor pembunuhan sadis di Pekanbaru.(Sumber: instagram beritasumut_update)

catrawarta.comPelaku utama atau otak di balik pembunuhan Dumaris Deniwati Boru Sitio yakni mantan menantu berinisial AF. Di hadapan Kapolres Kota Pekanbaru Kombes Polisi Muharman Arta, pelaku mengatakan sakit hati dan dendam kepada korban karena sering dimarahi.

Selain pelaku utama, polisi juga menangkap eksekutor dua laki-laki dan seorang mantan pembantu yang menemani AF. Dua eksekutor ditembak karena dalam proses penangkapan berusaha melawan polisi. Petugas melakukan tindaka tegas terukur dengan menambak keempat kaki para pelaku.

Saat digelandang ke kantor polisi, kedua eksekutor tampak tak bisa berjalan. Kedua kaki pelaku, terlihat diperban putih pada dua paha atas dan satu di betis. Mereka harus dipapah kemudian duduk di kursi roda. Meskipun sudah tertangkap, tidak terlihat ada penyesalan di wajah pelaku.

Seperti diberitakan di berbagai media, Liputan6.com, kompas.com, detik.com, dan juga sejumlah media sosial di instagram, terlihat jelas dalam cctv yang beredar di berbagai media sosial kronologi pembunuhan berencana tersebut. Empat pelaku yakni dua perempuan dan dua laki-laki mendatangi rumah korban yang berusia 60 tahunan.

Perempuan yang merupakan mantan menantu dan teman-temannya disambut baik oleh tuan rumah. Mereka bersalaman dan kemudian berbincang-bincang. Di tengah perbincangan, eksekutor tiba-tiba nyelonong dan langsung memukul bagian muka korban dengan sangat keras menggunakan kayu balok.

Polisi Lakukan Pengejaran

Tak berapa lama, polisi langsung melakukan pengejaran. Wajah para pelaku terlihat jelas dalam cctv bahkan mantan menantu dan pembantunya sempat melihat ke arah kamera. Begitu pula eksekutor sempat merusak cctv namun semua kejadian sudah terekam sangat jelas.

Di sela-sela kejadian, tampak di cctv juga anak korban yang mendatangi rumah. Namun baru masuk sebentar langsung keluar lagi. Belum pasti keterlibatan anak pelaku yang datang sebentar tapi langsung keluar lagi mengendarai sepeda motor.

Usai pembunuhan, para pelaku menguras harta benda korban. Mereka mengambil barang berharga seperti perhiasan emas, uang tunai dalam bentuk dolar Singapura dan berbagai barang elektronik. Mereka dengan tenang keluar dari rumah korban berjalan menuju mobil hitam di luar dan langsung pergi.

Muharman Arta mengungkapkan polisi langsung bergerak cepat melakukan pengejaran para pelaku. Berbagai sumber media dan media sosial menyebutkan keempat pelaku ditangkap di dua lokasi yang berbeda. Dua pelaku ditangkap di Aceh Tenggara sedangkan dua lainnya di Binjai Sumatera Utara.

Selain memeriksa pelaku, polisi juga melakukan tes urine. Ini dilakukan karena kesadisan para pelaku di luar batas sehingga kemungkinan terpengaruh narkoba. Saat eksekutor memukul kepala korban menggunakan kayu, otak pembunuhan tampak hanya melihat.

Korban diduga diseret ke dapur. Pelaku lantas menggeledah seisi rumah mencari benda-benda berharga. Usai menggasak barang berharga, mereka kabur dan berpisah guna menghilangkan jejak. Tetapi mereka lupa, cctv merekam sangat jelas aksi pembunuhan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *