Catra Milenia, Warta

Tips Mengawali Lari bagi Pemula, Abaikan Merek Outfit

catrawarta.com — Olahraga lari menjadi bagian dari gaya hidup masa kini. Sebenarnya lari telah populer tapi sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Sekarang,...

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) dr Muhammad Ariffudin Sp OT.(Foto: dok UMY)

catrawarta.comOlahraga lari menjadi bagian dari gaya hidup masa kini. Sebenarnya lari telah populer tapi sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Sekarang, lari kembali menjadi tren. Tahun 2026 menjadi awal yang baik bagi pemula untuk berlari. Nah, langkah apa yang perlu guna mengawali olahraga lagi?

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) dr Muhammad Ariffudin Sp OT memberi sejumlah tips agar lari berlangsung aman bagi pemula. “Jangan hanya semangat, perlu pemahaman yang tepat agar aktivitas lari tidak berujung cedera,” ungkap Ariffudin, dokter spesialis ortopedi.Ia menuturkan, hal paling mendasar bagi pemula bukanlah perlengkapan olahraga yang mahal, melainkan perencanaan yang realistis dan komitmen untuk konsisten. Ia menilai banyak resolusi olahraga gagal karena sejak awal berpatokan pada target yang terlalu tinggi dan sulit tercapai.

Rencana Masul Akal ”Yang paling penting bukan merek sepatu atau busana, tetapi bagaimana kita membuat rencana yang masuk akal dan bisa ditepati. Jangan langsung memasang target turun lima kilogram dalam sebulan, karena itu justru bisa menimbulkan stres dan rasa kecewa,” tandas Ariffudin.

Pemula, jelasnya, perlu menerapkan prinsip start low, go slow, yakni memulai latihan dari intensitas ringan dan meningkatkannya secara bertahap. Fokus utama seharusnya bukan pada hasil instan, melainkan membangun kebiasaan olahraga yang rutin dan berkelanjutan.Ia menegaskan, melakukan olahraga lari harus melalui tahapan yang benar. Kesalahan yang kerap terjadi yakni menganggap aktivitas apa pun yang membuat tubuh berkeringat merupakan olahraga.Tahapan Mulai Berlari Menurut Ariffudin, tahapan olahraga mulai dari stretching untuk menyiapkan otot dan sendi. Setelah itu pemanasan untuk mempersiapkan jantung, kemudian masuk ke inti olahraga. Setelah selesai, jangan lupa melakukan pendinginan.

Kesalahan lain yang sering ia temui pada pasien yakni kecenderungan overtraining atau berolahraga secara berlebihan. ”Banyak pelari pemula memaksakan diri dari sisi jarak maupun frekuensi latihan tanpa memberi waktu adaptasi bagi tubuh, sehingga meningkatkan risiko cedera otot dan sendi,” tambah Ariffudin.Ia memberi contoh, baru sekali berlari lima kilometer, besoknya langsung ingin 20 atau 25 kilometer. Itu bukan membangun kesehatan, justru merusak tubuh. Olahraga harus secara bertahap.

”Tujuan utama olahraga menjaga kesehatan, bukan mengejar prestasi. Karena itu, utamakan keamanan dan konsistensi latihan, bukan sekadar mengikuti tren atau gaya hidup,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *