catrawarta.com — Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permohonan maaf sekaligus berduka cita atas meninggalnya sejumlah korban dalam tabrakan kereta di Bekasi. Sejauh ini, jumlah korban meninggal mencapai tujuh orang dan lainnya dalam perawatan di rumah sakit.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers di Jakarta seperti diberitakan www.antaranews.com.
Antara menuliskan, selain korban meninggal, puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan sedang mendapatkan perawatan intensif. Petugas di lapangan masih terus berupaya menyelamatkan sejumlah penumpang yang terjepit dalam rangkaian kereta.
”Jumlah meninggal dunia tujuh orang, luka-luka dan dirawat sebanyak 81 orang, dan masih ada tiga orang yang terperangkap di dalam kereta,” papar Bobby.
Kehati-hatian Evakuasi Korban
Ia menjelaskan proses evakuasi korban berjalan cukup alot dan memakan waktu hingga delapan jam. Tim di lapangan harus bekerja keras dengan tingkat ketelitian tinggi demi memastikan keselamatan para korban yang masih berada di area reruntuhan.
”Evakuasi berjalan cukup lama selama 8 jam dan kita laksanakan hati-hati sekali,” tutur Bobby menjelaskan kendala teknis dan prosedur keselamatan selama evakuasi.
Terkait pembersihan jalur, PT KAI memastikan seluruh rangkaian KA Argo Bromo Anggrek yang terdiri atas 12 gerbong telah berhasil dipindahkan. Seluruh gerbong kini sudah dievakuasi menuju Stasiun Bekasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
”Evakuasi kereta Bromo Anggrek telah kami lakukan. Semua rangkaian sebanyak 12 gerbong telah kami bawa ke Stasiun Bekasi,” ujarnya.
Evakuasi Korban Terjebak
Fokus utama KAI bersama Basarnas saat ini mengevakuasi lokomotif yang masih berada di titik kecelakaan. Proses berlangsung secara paralel dengan upaya penyelamatan tiga korban yang dilaporkan masih terjebak di sekitar badan kereta.
Mengenai mobilitas publik, jalur hilir kini telah dibuka kembali untuk operasional kereta api. Namun, Bobby menyebutkan bahwa layanan Commuter Line masih mengalami penyesuaian operasional dengan pembatasan rute demi kelancaran evakuasi lanjutan.
Sebagai langkah penanganan pascabencana, PT KAI telah mendirikan posko tanggap darurat di lokasi kejadian. Pihak manajemen juga mengimbau keluarga korban untuk aktif mencari informasi resmi melalui kanal komunikasi yang telah disediakan perusahaan.
”Silakan warga, keluarga dari korban bisa menghubungi call center 121 atau mengunjungi posko tanggap darurat kami di stasiun ini,” imbuh Bobby.

Kecelakaan KRL Vs Argo Bromo Anggrek, Mungkinkah Ada Kesalahan Manajerial? 