Warta

Selain Bupati Purwakarta, 4 Pejabat Publik Ini Pernah Jadi Sasaran Kritik Pedas Dari Lagu Ciptaan

Saepul Bahri Binzein bukan pejabat pertama yang mengalami kontroversi lagu. Setidaknya ada 3 pejabat yang turut mengalami hal serupa.

Kontroversi lagu bupati purwakarta saepul bahri binzein
Kontroversi lagu Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein

catrawarta.comBupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein alias Om Zein menuai kontroversi lantaran lagu ciptaan miliknya berjudul ‘Lalaki Langit’ dinilai menyinggung perempuan. Baru-baru ini, dia bahkan melontarkan permohonan maaf hingga berjanji bakal menurunkan video lagu tersebut di berbagai platform pribadinya.

Siapa sangka, Saepul Bahri bukan pejabat publik pertama yang mendapat sorotan tajam dari karya ciptaannya sendiri. Sebelumnya, setidaknya lebih dari 3 pejabat publik turut mendapat pengalaman serupa.

Sosok pertama ialah Giring Ganesha. Sebagai mantan vokalis Nidji yang beralih menjadi politikus dan sempat menduduki posisi sebagai Ketua Umum PSI, Giring memicu kontroversi ketika merilis lagu kritik politik berjudul ‘Jangan Kau Dengarkan Suara Sumbang’.

Salah satu momen yang paling disorot adalah ketika ia merilis video menyanyikan lagu yang menyindir sosok Anies Baswedan sebagai pendengar saat Nidji tampil di Jakarta International Stadium (JIS). menjelang Pilpres. Langkah ini dikecam publik karena dinilai menggunakan karya musik bukan sebagai seni, melainkan murni alat pembunuhan karakter politik.

Fadli Zon juga pernah menjadi sasaran kritik pedas. Eks Wakil Ketua DPR RI ini pernah mengunggah video komedi mengenai lagu anak berjudul ‘Potong Bebek Angsa’ pada tahun 2018. Lagu yang bertujuan untuk memberikan kritikan atas pemerintahan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini seketika mendapat sorotan tajam dari PSI karena dinilai berpotensi memecah belah masyarakat dan menimbulkan keresahan.

Ketiga, ada mantan Presiden RI sekaligus politikus Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY memang dikenal sangat produktif dalam menciptakan album lagu selama masa kepemimpinannya di Istana Negara.

Meskipun lagu-lagunya bertema positif, aktivitas ini memicu perdebatan publik yang sengit kala itu. Masyarakat dan oposisi sering melontarkan kritik tajam bahwa seorang kepala negara seharusnya lebih fokus menyelesaikan krisis nasional, ekonomi, dan bencana alam daripada menghabiskan waktu merilis album musik di studio.

Terakhir, yakni Saepul Bahri Binzein yang kini tengah menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Dia merilis lagu ‘Lalaki Langit’ hingga berujung somasi. Isi lagunya dinilai banyak tak pantas dinyanyikan lantaran kapasitasnya sebagai pejabat publik. Gelombang kritik terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI Atalia Praratya, Rossa, hingga budayawan Sunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *