catrawarta.com — Belum lama ini, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menuai sorotan tajam usai lagu berbahasa Sunda miliknya yang bertajuk ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejat’ didengar luas di media sosial. Bupati yang kerap disapa Om Zein ini mendadak menjadi perbincangan hingga mendapat kritikan pedas.
Buntut dari polemik tersebut, politikus Partai Gerindra ini langsung memberikan klarifikasi. Dia menuturkan, lagu tersebut merupakan puisi yang diciptakan pada tahun 2020 silam.
Bantah berisi soal pelecehan terhadap kelompok tertentu hingga perempuan, Saepul mengaku jika lagu tersebut tak lain berkisah mengenai dirinya sendiri. Sebagai cerminan pribadi, Saepul menuturkan jika lirik di dalam lagu ciptaannya merupakan refleksi atas perilakunya sendiri yang dianggapnya menyimpang di masa lalu.
“Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri,” ujarnya kepada wartawan cartawarta melalui pesan Whatsapp, Jumat (3/7).
Melalui hal ini, dia menjelaskan jika lirik yang kini menuai tanggapan negatif itu juga merupakan simbol atas kepribadian sang politikus yang jauh dari sempurna di masa lalu. Lebih lanjut, dia menegaskan jika karyanya ini hanya merupakan potret emosional perjalanan hidupnya sebagai manusia.
Bersyukur kepada Tuhan menjadi hal yang dilakukan pria kelahiran 14 Agustus 1972 ini lantaran terlahir sebagai pria. Sebab jika menjadi perempuan, dia jujur mengaku tak tahu apa yang bakal terjadi.
“Saya bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki. Mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan, terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa menjaga diri,” imbuhnya.
Meski lagu tersebut dinilainya terlahir dari introspeksi, namun Om Zein sadar jika karyanya memiliki banyak interpretasi dan makna dari para pendengarnya. Dia lantas secara tegas meminta permohonan maaf kepada masyarakat luas hingga berjanji bakal take down video lagu dari seluruh platform.
“Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri,” tegasnya.
Sebelumnya, lagu ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejat’ mendapat gelombang kritik yang cukup masif. Salah satunya yakni datang dari anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya.
Dalam akun Instagram pribadinya @ataliapr, politikus Partai Golkar itu menyebut Om Zein turut menyinggung perasaan perempuan dan perbuatannya dinilai tak pantas dalam ruang lingkup pejabat publik.
“Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah?” tulisnya.
Selain itu, sorotan tajam juga datang dari Budayawan Sunda, Budi Setiawan, penyanyi papan atas Rossa, LBH Jawa Barat (Jabar), Ketua Aliansi BEM Purwakarta Shela Amelia, hingga berbagai komunitas di Jabar.

Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan, Ada Persoalan Sistemik 