catrawarta.com — Krisis energi global menjadikan banyak negara melakukan penghematan. Indonesia termasuk yang berencana berhemat dengan cara sekolah online atau daring dari rumah. Ini tak lain akibat konflik Timur Tengah yang berdampak naiknya harga BBM dan susahnya memperoleh minyak.
Gagasan pemerintah membuat sekolah daring sebagai dampak krisis energi ternyata dibatalkan. Pemerintah memastikan proses pembelajaran bagi siswa seluruh Indonesia tetap berjalan secara luring atau tatap muka.
Langkah tersebut untuk menjaga optimasi sektor pendidikan dan mencegah terjadinya penurunan kualitas belajar atau learning loss di kalangan generasi muda. Sekolah daring pernah berlangsung cukup lama pada masa Pandemi Covid-19.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menegaskan hal tersebut dalam arahan internal. Ia menekankan prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan layanan pendidikan dan medis esensial tetap beroperasi secara normal.
Dorong Percepatan Tranformasi
Ia kembali menggaungkan pesan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 13 Maret 2026 lalu. Presiden menginstruksikan agar seluruh jajaran kementerian menjadikan situasi krisis global sebagai momentum emas untuk mendorong percepatan agenda transformasi nasional.
Menko PMK mengungkapkan, krisis seharusnya memaksa pemerintah untuk melakukan akselerasi di berbagai sektor strategis. Jika sebelumnya pemerintah sudah merancang rencana swasembada pangan dan energi, maka kondisi saat ini menjadi pemicu untuk mewujudkan target-target tersebut dengan lebih cepat dari jadwal semula.
Selain fokus pada ketahanan pangan dan energi, pemerintah memberikan perhatian sangat besar pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sektor kesehatan dan pendidikan menjadi pilar utama yang terus diperkuat untuk memastikan daya saing bangsa di kancah internasional tetap terjaga.
Pembelajaran Tetap Berlangsung
Khusus di bidang pendidikan, Pratikno telah berkoordinasi intensif dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) serta Menteri Agama. Hasil koordinasi menyepakati pentingnya jaminan seluruh proses pembelajaran siswa harus tetap berlangsung normal tanpa gangguan skema daring.
Ia mengungkapkan pemerintah sempat mendiskusikan kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengombinasikan pembelajaran luring dan daring. Namun, setelah melakukan pembicaraan lintas kementerian, pemerintah memutuskan bahwa pembelajaran daring bagi siswa belum menjadi kebutuhan mendesak.
”Kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek, ini prioritas utama,” tandasnya seperti dikutip dari kemenkopmk.go.id.
Dorong Program Strategis
Pemerintah terus memprioritaskan program-program strategis seperti revitalisasi sekolah, pembangunan Sekolah Rakyat, hingga pengembangan Sekolah Unggul Garuda. Program-program tersebut bertujuan mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara merata di bawah naungan Kemendikdasmen, Kemenag, dan Kemendiktisainstek.
Sebagai bagian dari transformasi pemerintahan yang lebih luas, Menko PMK menginstruksikan percepatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Pemerintah juga mulai memangkas perjalanan dinas nonesensial dan mengalihkan rapat-rapat internal secara daring guna meningkatkan efisiensi birokrasi melalui Flexible Working Arrangement (FWA).
”Penguatan pelayanan publik dan akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus dilakukan dengan cara-cara yang lebih cerdas. Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus memperkuat kualitas SDM sebagai kunci utama transformasi Indonesia di masa depan,” tegas Pratikno.

Puncak Arus Balik, Hindari Perjalanan 28, dan 29 Maret 