catrawarta.com — Hajatan olahraga terbesar sepanjang sejarah manusia, sepak bola Piala Dunia 2026 tinggal menghitung hari. Sebanyak 48 tim berkelas akan berlaga di tiga negara, Amerika Serikat, Canada dan Mexico. Penduduk di tiga negara tersebut sudah heboh dan tiket pun nyaris ludes.
Di luar ketiga negara penyelenggara, miliaran orang juga akan menyaksikannya melalui layer kaca televisi maupun berbagai platform digital. Tahun ini, bisa jadi merupakan penyedot penonton terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Meskipun kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja, olahraga yang satu ini sudah membuat miliaran orang kecanduan. Bahkan, mereka yang bukan penggemar sepak bola pun pasti tidak akan melewatkan ajang paling bergengsi tersebut.
Laman independent.co.uk menyebutkan, turnamen yang diikuti 48 tim akan mulai pada 11 Juni (12 Juni untuk Indonesia) dengan laga pembuka Tim Mexico melawan Afrika Selatan di Estadio Azteca di Mexico City. Ini menjadi satu dari 104 pertandingan selama Piala Dunia.
Penonton Bertambah
Jumlah penonton yang menyaksikan dari seluruh dunia diperkirakan mencapai 6 miliar orang. Media rri.co.id melaporkan jumlah tersebut meningkat sekitar 1 miliar dibandingkan Piala Dunia sebelumnya, 2022.
Pengamat sepak bola Moh Kusnaeni dalam siaran di RRI mengungkapkan penambahan jumlah penonton seiring dengan bertambahnya tim dan bertambah pula agenda pertandingan. Dari awal hingga final, ada 104 pertandingan.
Kemudahan menonton, selain dari siara televisi, misal melalui berbagai kanal digital, membuat seseorang semakin mudah menyaksikannya. Tayangan di televisi memang akan menjadi dominan terutama dengan konsep nonton bersama atau di Indonesia dikenal dengan istilah nonton bareng alias nobar.
Memang, menonton sepak bola terasa lebih seru ketika bersama-sama, satu keluarga, kampung, komunitas dan lainnya. Namun demikian, salah satu kendala di Indonesia yakni jam tayang yang tidak familiar, dini hari dan pagi hari.
Kendati demikian, hal itu tak akan banyak mengurangi minat masyarakat terlebih para penggemar menonton tim-tim kesayangannya. Meskipun Indonesia tidak tampil, tetapi penonton pasti telah mempunyai tim kesayangan yang akan ”dibelanya” habis-habisan. Selamat menikmati perhelatan terbesar abad ini!

Pemkot Yogyakarta Libatkan 50 Lembaga untuk Bedah Rumah Warga 