Warta

Rupiah Melemah, Pemprov DIY Jamin Ketersediaan Bahan Pokok Aman

catrawarta.com — Meski nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS mengalami pelemahan yang cukup drastis, namun harga bahan pokok (bapok) di pasar-pasar tradisioanal...

Group of women and people in hijabs at a busy market style stall with stacked food packages and bags of supplies on a table likely a donation drive
Ilustrasi: Operasi Pasar dan Pasar Murah yang didanai APBD DIY diharapkan meringankan beban warga masyarakat pada saat kebutuhan pokok mengalami lonjakan harga.(Antara)

catrawarta.comMeski nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS mengalami pelemahan yang cukup drastis, namun harga bahan pokok (bapok) di pasar-pasar tradisioanal di wilayah Provinsi DIY dinilai masih stabil dan dalam keadaan terkendali. Bahkan, menurut Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, melambungnya Dolar belum memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan harga di tingkat pedagang maupun konsumen

​Kepala Disperindag DIY Yuna Pancawati menyatakan, berdasarkan hasil pemantauan berkala melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) hingga minggu ini, mayoritas komoditas masih dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Pihaknya, terus memantau secara ketat dan hingga, Jumat (15/5/2026), belum ada kenaikan harga yang melonjak tajam.

“Dampak pelemahan kurs terhadap komoditas yang bergantung pada impor seperti kedelai, daging sapi maupun gandum, belum terlihat secara langsung di pasar-pasar rakyat,” ujar ​Kepala Disperindag DIY Yuna Pancawati dalam keterangan persnya. 

Yuna mengatakan, untuk mengantisipasi potensi gejolak harga yang dapat menggerus daya beli masyarakat, Disperindag DIY telah menyiapkan serangkaian langkah mitigasi strategis. Salah satu langkah konkret yang secara konsisten dilakukan adalah penyelenggaraan Operasi Pasar dan Pasar Murah yang didanai melalui APBD DIY.

Perkuat Sinergi

Tidak bergerak sendiri, Disperindag juga memperkuat sinergi dengan BUMN Pangan seperti Bulog dan ID FOOD. Sinergi itu diwujudkan melalui distribusi langsung (dropping) berbagai komoditas strategis ke pasar-pasar rakyat, salah satunya adalah minyak goreng kemasan rakyat, Minyakita.

​”Upaya ini kami lakukan untuk menjaga stabilitas pasokan di lapangan. Harapannya, pedagang tetap mendapatkan margin usaha yang wajar dan masyarakat tetap mampu menjangkau kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ungkapnya.

Kepala Disperindag DIY menyatakan, untuk menyikapi tekanan eksternal yang dapat memicu volatilitas harga, Pemda DIY terus mempererat koordinasi melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY. Koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Bank Indonesia Perwakilan DIY serta instansi terkait lainnya ini menjadi kunci dalam menjaga laju inflasi daerah tetap terkendali.

Dalam rapat koordinasi rutin, TPID melakukan evaluasi terhadap kondisi harga di lima kabupaten/kota. Selain itu, juga memetakan potensi risiko inflasi sejak dini serta menyusun langkah-langkah strategis untuk memastikan ketersediaan stok pangan di gudang-gudang distributor maupun di pasar.

​Dengan pemantauan yang intensif dan sinergi antar lembaga yang solid, diharapkan masyarakat DIY tidak perlu resah. Pemerintah menjamin, ketersediaan bahan pokok tetap mencukupi dan fluktuasi ekonomi global  terus dimitigasi agar tidak membebani ekonomi rumah tangga di tingkat lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *