catrawarta.com — Rapat Komisi I DPR bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan kepala staf angkatan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026), menjadi ruang sosial bagi publik melihat cara negara membaca konflik dunia.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPR Utut Adianto ini akan membahas tentang dinamika geopolitik yang berkembang saat ini dan Pasukan perdamaian yang ada di Timur Tengah. “Saya mohon persetujuan, rapat kami buka dan terbuka untuk umum. Apakah Pak Menhan setuju? Rapat kami buka dan terbuka untuk umum,” singkat Utut.
Pembahasan pasukan perdamaian menunjukkan bahwa perang di luar negeri tidak selalu berhenti sebagai berita internasional. Perang bisa bergerak masuk ke ruang keluarga melalui harga energi, stabilitas ekonomi, keselamatan warga sipil, hingga sikap kemanusiaan Indonesia.
Utut menyoroti posisi Selat Hormuz sebagai salah satu jalur penting dunia. “Selat Hormuz kami beri tanda khusus karena inilah yang menjadi titik 20 persen dari supply minyak dunia. Jadi serangan ke Iran mudah-mudahan tidak membawa kita dalam kesulitan, walaupun tentu berdampak,” ungkap Utut.
Dalam sudut pandang sosial, pernyataan itu memperlihatkan bahwa konflik global memiliki dampak pada kehidupan sehari-hari. Yang dibicarakan di meja rapat bisa berujung pada kekhawatiran warga tentang harga kebutuhan, pekerjaan, dan masa depan.
Dalam rapat tersebut Menhan sempat menyampaikan alasannya perihal kenapa pihaknya Kemenhan dan TNI tidak banyak berbicara terkait isu-isu yang berkembang saat ini, “Jadi kami ingin jelaskan sebagai berikut. Bahwa sesuai dengan tugas pokok kami sebagai pembantu Presiden dan instrumen pertahanan negara yang dipimpin panglima tertinggi Presiden, yaitu TNI, maka kami memang mempunyai prinsip kerja yang namanya line of command dan unity of command,” tegas Sjafrie.
“Ini memang yang kita jaga bersama, tetapi bukan berarti kami menutup komunikasi dengan kedaulatan rakyat,” tutup Sjafrie.

Siswa SMK di Jogja Bikin Motor Drag Listrik, Tembus 134 Km/Jam 