catrawarta.com — Anak-anak jurusan Teknik Permesinan SMK Muhammadiyah 3 Kota Yogyakarta berhasil merakit motor drag bertenaga listrik yang dinamai “Mugatech”. Saat digeber dalam sesi uji coba di kawasan Pantai Depok, Bantul pada 1 Mei 2026 lalu, motor ramah lingkungan buatan bengkel sekolah ini tembus kecepatan 134,4 kilometer per jam.
Lewat proyek ini, para siswa tidak cuma belajar teori di kelas, tapi langsung mempraktikkan keterampilan tangan mereka untuk membuat inovasi kendaraan alternatif.
Racikan Mesin
Ide merakit motor drag listrik ini sebenarnya muncul dari keresahan melihat harga BBM yang makin mahal. Pihak sekolah akhirnya memutar otak untuk mengarahkan kesukaan para siswa di dunia modifikasi motor ke teknologi listrik.
Dapur pacu Mugatech menggunakan dinamo mid-drive BLDC 4.000 watt, baterai lithium 72V 40Ah, serta controller 72V 200A. Biar bisa melesat cepat, rangkanya sengaja dibuat seramping mungkin.
Ketua Jurusan Teknik Permesinan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Hindro Harimawan, menyebutkan tantangan terbesar dalam merakit motor ini ada pada beratnya komponen kelistrikan.
“Jadi kita ini menggunakan dinamo, motor listriknya itu yang 4.000 watt. Kemudian, voltasenya 72,5. Kemudian kita buat rangkanya itu seramping mungkin gitu ya. Tidak terlalu berat. Walaupun sebetulnya komponen-komponen listriknya itu yang berat sebetulnya. Yang bikin berat itu sebetulnya komponen listrik. Misalnya baterainya itu sendiri beratnya 10 sampai 15 kilogram,” kata Hindro di sekolah, Selasa (19/5/2026).
Tugas di Bengkel Sekolah
Dalam pengerjaannya, para siswa berbagi peran. Ada yang kebagian tugas membuat tangki, mengelas rangka, bikin pijakan kaki, sampai merangkai kabel-kabel komponen listrik.
Muhammad Rizki Saputra, siswa kelas XI Teknik Permesinan 2 yang ikut merakit sekaligus menjadi joki saat uji coba di jalanan, menyebut angka 134,4 km/jam itu adalah hasil setelan paling maksimal.
“Kemarin bisa kecepatan segitu karena baterainya full itu sudah termasuk yang terbaik itu,” ujar Rizki.
Bagi para siswa, proyek ini jadi kebanggaan tersendiri karena hobi modifikasi mereka bisa menghasilkan prestasi. Di sisi lain, proses bongkar pasang di bengkel ini memberi mereka gambaran nyata tentang cara kerja di dunia industri otomotif yang mulai beralih ke tren listrik.

Tuwanggana Kabupaten Sleman Desak Penguatan Legalitas dan Peran 