Warta

Perempuan, Ketangguhan, dan Ruang Aman Mahasiswa

catrawarta.com — Refleksi Hari Perempuan Internasional dari Webinar BEM Nusantara DIY Momentum Hari Perempuan Internasional tidak hanya diperingati sebagai seremoni tahunan, tetapi...

BEM Nusantara DIY gelar Webinar Perempuan Keperempuanan Nasional bertajuk: "Healing, Growth, and Faith: "Perempuan Tangguh di Tengah Tekanan Sosial" Minggu (8/3/26). Sumber: panitia.

catrawarta.comRefleksi Hari Perempuan Internasional dari Webinar BEM Nusantara DIY

Momentum Hari Perempuan Internasional tidak hanya diperingati sebagai seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai posisi, tantangan, dan masa depan perempuan di tengah perubahan sosial yang cepat. Di kalangan mahasiswa, isu ini semakin relevan karena perempuan muda kini berada pada persimpangan antara tuntutan akademik, tekanan sosial, serta ekspektasi budaya yang terus berkembang.

Kesadaran itulah yang mendorong BEM Nusantara Koordinator Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Webinar Keperempuanan Nasional bertajuk “Healing, Growth, and Faith: Perempuan Tangguh di Tengah Tekanan Sosial.” Kegiatan yang digelar pada 8 Maret 2026 ini diikuti sekitar 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY, Muhammad Miftahun Ni’am, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa perlu terus menghadirkan ruang diskusi serius mengenai isu perempuan. Baginya, tantangan perempuan muda hari ini tidak hanya soal kesetaraan akses pendidikan atau peluang berprestasi, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan bertahan menghadapi tekanan sosial yang semakin kompleks.

Menurut Ni’am, perempuan mahasiswa berada di tengah berbagai tuntutan sekaligus: berprestasi secara akademik, aktif dalam organisasi, menjaga citra diri di ruang sosial, serta menghadapi standar kehidupan yang seringkali dibentuk oleh opini publik maupun media sosial.

“Penguatan kapasitas perempuan bukan hanya persoalan kesetaraan, tetapi juga tentang membangun ketangguhan diri, kesadaran sosial, dan solidaritas untuk menghadapi dinamika zaman,” ujarnya.

Tekanan Sosial Generasi Muda

Perspektif tersebut diperkuat oleh Koordinator Bidang Gerakan Keperempuanan BEM Nusantara DIY, Amalina Zahirah Rani Fitri. Ia menilai bahwa generasi perempuan muda saat ini hidup dalam ruang sosial yang jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya.

Selain kompetisi akademik yang semakin ketat, mahasiswa juga harus berhadapan dengan tekanan sosial yang kerap muncul melalui media digital. Standar kecantikan, gaya hidup, hingga

ekspektasi keberhasilan seringkali dibangun oleh ruang virtual yang tidak selalu mencerminkan realitas kehidupan.

Dalam situasi seperti itu, Amalina menilai penting adanya ruang diskusi yang mendorong kesadaran kolektif mengenai kesehatan mental serta solidaritas antarperempuan.

“Momentum Hari Perempuan Internasional perlu dimaknai sebagai kesempatan memperkuat kesadaran bersama tentang kesehatan mental, tekanan sosial, dan pentingnya ruang saling mendukung,” jelasnya.

Healing dan Kesadaran Diri

Webinar ini menghadirkan akademisi kesehatan masyarakat, Ulfah Mahardika Pramono Putri, yang saat ini menempuh studi doktoral di Central South University, Tiongkok.

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perempuan muda kerap menghadapi tekanan dari berbagai sisi kehidupan secara bersamaan. Tuntutan akademik, dinamika relasi sosial, hingga pengaruh media sosial membentuk standar kehidupan yang seringkali tidak realistis.

Jika tekanan tersebut tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan emosional dan mental seseorang.

Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun ketahanan diri melalui sejumlah proses kesadaran personal, seperti self-awareness, self-reflection, emotional regulation, self-compassion, serta proses healing yang sehat.

Menurutnya, ketangguhan perempuan tidak hanya dibangun melalui kekuatan fisik atau prestasi akademik, tetapi juga melalui kemampuan memahami diri sendiri dan mengelola emosi secara matang.

“Perempuan yang tangguh adalah perempuan yang mampu menjaga keseimbangan mental, emosional, dan spiritual dalam menghadapi tekanan kehidupan,” ujarnya.

Gerakan Mahasiswa dan Agenda Sosial

Webinar ini juga menunjukkan bagaimana gerakan mahasiswa mulai memperluas agenda perjuangannya. Jika sebelumnya fokus gerakan lebih banyak tertuju pada isu politik, demokrasi, atau kebijakan publik, kini muncul kesadaran bahwa isu kesehatan mental dan ketahanan pribadi juga menjadi bagian penting dari perjuangan sosial.

Bagi BEM Nusantara DIY, penguatan perempuan muda bukan sekadar isu identitas, tetapi bagian dari pembangunan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Mahasiswa yang memiliki ketahanan mental, kesadaran sosial, serta solidaritas yang kuat diyakini akan mampu berperan lebih besar dalam membangun masyarakat yang sehat dan inklusif.

Karena itu, kegiatan seperti webinar keperempuanan ini dipandang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem gerakan mahasiswa yang tidak hanya kritis terhadap persoalan sosial, tetapi juga solutif dalam menawarkan gagasan serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, ketangguhan perempuan muda menjadi salah satu fondasi penting bagi masa depan bangsa. Dan ruang-ruang diskusi seperti ini menjadi langkah kecil namun berarti untuk menyiapkan generasi perempuan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan kuat secara spiritual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *