Warta

Penyidik KPK Usut Amplop Tersangka Korupsi untuk Menteri Kehutanan

catrawarta.com — Kasus OTT KPK dengan dugaan tindak pidana korupsi berupa suap jabatan di Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, berbuntut panjang. Menteri...

Two men in orange jail vests numbers 61 and 167 stand with security officers inside a building one holding a pink folder other people nearby
TANGKAP: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby dan dua orang lainnya dalam OTT.(Sumber: KPK)

catrawarta.comKasus OTT KPK dengan dugaan tindak pidana korupsi berupa suap jabatan di Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, berbuntut panjang. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang juga kader PSI diduga menerima amplop dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby yang merupakan kader Partai Gerindra.

Suhardiman Amby telah ditangkap oleh KPK bersama Sekda Kuansing, Zulkarnain dan Direktur Utama PT MIC selaku pihak swasta bernama Ardiles. Lembaga antirasuah menahan para tersangka untuk 20 hari pertama, sejak 1 hingga 20 Juli 2026 di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Juru bicara KPK, Budi Praestyo menjelaskan itu dalam pernyataan resminya. Ia menjelaskan konstruksi perkara berawal dari dugaan terjadinya suap jabatan untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing. Dalam proses lelang jabatan, SA meminta syarat mobil SUV Toyota Land Cruiser 300 GR-S kepada peserta seleksi.

Dua kandidat peserta menyanggupi permintaan tersebut. Dalam proses pemenuhan permintaan, Zulkarnain kemudian membeli mobil SUV tersebut seharga Rp 2,05 miliar melalui skema angsuran dengan tenor lima tahun.

Karena profil keuangan Sekda tidak memenuhi syarat, ia menggunakan identitas Ardiles untuk mencicilnya dengan nominal Rp 46,5 juta per bulan. Sebelumnya, peristiwa yang sama juga terjadi ketika Zulkarnain mengajukan diri sebagai Kadis PUPR Kuansing pada tahun 2021. Ketika itu, Bupati minta mobil SUV Pajero Sport Dakar seharga Rp 700 juta.

Zulkarnain juga melakukan skema cicilan dengan bantuan Ardiles. Berdasarkan dua peristiwa tersebut, menggambarkan adanya nilai suap naik kelas dari yang semula ratusan juta menjadi miliaran rupiah.

Amplop untuk Menteri Kehutanan

Sementara itu, diketahui Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sempat menerima amplop dari Bupati Kuansing Suhardiman Amby. Ia diduga menerima usai pertemuan di kantornya, Bupati meninggalkan amplop yang menurut Raja Juli tidak tahu isinya. Pihaknya sudah mengembalikan amplop tersebut.

Apakah kasus itu terkait dengan penangkapan Bupati Kuansing? Pelaksana Harian Direktur Penyidikan KPK, Ahmad Taufik Husein menegaskan akan melakukan pendalaman. Ia mengatakan KPK melakukan pendalaman mengenai pembicaraan pada pertemuan antara Bupati dan Menteri Kehutanan.

”Jadi untuk fakta-fakta yang amplop memang yang kita ketahui yang memang sudah didalami oleh tim penyidik dan juga sudah disampaikan beberapa pihak bahwa betul ada pertemuan ya,” ungkap Tafik seperti dikutip dari Kompas.com.

Ia minta media untuk menunggu hasil tim penyidik. Ditegaskannya, KPK akan selalu menyampaikan perkembangan-perkembangan kasus yang menyangkut Bupati Kuansing termasuk misteri amplop untuk Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *