Warta

Pemakaman Ayatollah Seyyed Ali Khamenei 9 Juli, Lebih 100 Negara Hadir

catrawarta.com — Pemakaman terbesar abad ini bakal berlangsung pada prosesi Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Lebih 100 perwakilan negara seluruh...

Huge crowd gathered in front of a beige arched building with a giant portrait of a cleric waving many people with flags nearby
PROSESI: Jutaan rakyat Iran terus berdatangan mengikuti prosesi pemakaman Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. (Sumber: Kantor Berita IRNA)

catrawarta.comPemakaman terbesar abad ini bakal berlangsung pada prosesi Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Lebih 100 perwakilan negara seluruh dunia bakal hadir dan jutaan rakyat Iran juga akan turun ke jalan mengikuti prosesi pemimpin besarnya.

Khamenei meninggal saat Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan. Belum ada kabar resmi siapa saja yang meninggal namun pada prosesi pemakaman yang berlangsung hingga 9 Juli mendatang, ada beberapa kerabat yang juga dimakamkan. Bisa jadi, mereka juga meninggal akibat serangan tersebut.

Serangan Amerika Serikat dan Israel memicu perang yang berbuntut pada penutupan jalur perdagangan minyak dunia Selat Hormuz. Akibatnya, dunia mengalami krisis energi termasuk Indonesia yang sangat tergantung pada impor minyak.

Kini, Selat Hormuz sudah dibuka secara bertahap. Namun demikian, sempat terjadi insiden yang membuat kemungkinan perang terbuka terjadi kembali. Sudah ada kesepakatan damai tetapi masing-masing masih saling mengintip dan akan melakukan serangan ketika terjadi sedikit insiden saja.

Kesepakatan damai terancam gugur saat munculnya insiden penyerangan kembali AS ke Iran. Tak tinggal diam, Iran juga meluncurkan serangan ke pangkalan militer AS yang ada di beberapa negara teluk.

Kini, Iran menyatakan secara tegas supaya AS dan negara sekutunya tidak mengganggu proses pemakaman Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Apabila ada gangguan, Iran tak segan-segan melakukan serangan lebih dahsyat ke pihak penyerang.

Ali Khamenei Gugur Syahid

Kantor berita Iran, IRNA menyebutkan Ayatollah Khamenei dan sejumlah anggota keluarganya gugur syahid pada dini hari tanggal 28 Februari 2026 dalam serangan teroris gabungan rezim Zionis dan Amerika Serikat. Waktu itu, Teheran sedang melakukan perundingan serius dengan Washington.

Upacara perpisahan, prosesi pemakaman, dan puncak pemakaman bagi mereka yang gugur syahid beserta anggota keluarganya akan berlangsung hingga 9 Juli.

Prosesi pemakaman di Teheran dijadwalkan pada hari Senin, 6 Juli, diikuti dengan prosesi di Qom pada hari Selasa, 7 Juli. Upacara perpisahan dan prosesi pemakaman di Najaf dan Karbala dijadwalkan pada hari Rabu, 8 Juli. Prosesi pemakaman di Mashhad serta penguburan di kompleks makam Imam Reza pada hari Kamis, 9 Juli.

Sekretaris Jenderal Forum Dunia untuk Pendekatan Antar-Mazhab Islam, Hamid Shahryari mengungkapkan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei memandang persatuan umat Islam sebagai strategi mendasar untuk menghadapi dominasi dan upaya memecah belah oleh pihak musuh.

”Saat ini, adalah tugas semua cendekiawan, pemikir, dan elite dunia Islam untuk terus mengibarkan panji tinggi-tinggi, dan tidak membiarkan perbedaan sektarian dan etnis menghalangi komunitas Islam untuk mengejar cita-cita besar membebaskan Quds yang suci dan mendukung rakyat yang tertindas,” tandas Shahryari.

Ia menegaskan, rakyat Iran tidak akan berhenti melawan segala bentuk penindasan pihak musuh. Demikian pula saatnya umat Islam bersatu berjuang di jalan Allah. Gagasan Ayatollah Seyyed Ali Khamenei mengenai persatuan umat Islam akan terus relevan sampai kapanpun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *