Warta

Mengenal Pakar Bahasa Anton Moeliono yang Berpulang 25 Juli 2011

Pakar bahasa Anton Moeliono tutup usia tanggal 25 Juli 2011. Dia punya kiprah aktif di tata bahasa Indonesia.

Anton moeliono pakar bahasa yang meninggal 25 juli 2011
Anton Moeliono, pakar bahasa yang meninggal 25 Juli 2011.

catrawarta.comBangsa Indonesia memiliki tokoh cerdas yang aktif di bidang bahasa dan berperan penting dalam penciptaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) tahun 1972 lalu. Dia adalah Anton Moeliono, sosok professor bahasa dan akademisi yang lahir di Bandung pada tanggal 21 Februari 1929.

Anton merupakan anak ketiga dari pasangan suami istri Moeliono Prawirhardjo dan Maria A. Igno.

Sosoknya sempat mengenyam pendidikan sarja di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia pada tahun 1958. Hingga pada tahun 1965, dia kemudian mendapat gelar Master of Arts in General Linguistics di Cornell University, Amerika Serikat.

Belajar dan pendidikan nampaknya menjadi hobi tersendiri bagi pria cerdas yang satu ini. Seolah tak puas dengan gelar dan ilmu yang berhasil diraihnya, dia lagi-lagi mengikuti program Studi Pascasarjana, Rijkuniversiteti Leiden pada tahun 1971 lalu menjadi Professional Associate di East West Center, University of Hawai pada 1977.

Lanjut pada tahun 1980 kemudian menjadi Visiting Fellow, Research School of Pacific Studies, The Australian National University. Lalu mendapat gelar doktor llmu Sastra di bidang Linguistik, Universitas Indonesia di tahun 1981.

Satu tahun berselang, dia kemudian dinobatkan sebagai guru besar bahasa Indonesia dan linguistik di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia.

Professional portrait of a middle aged man in a dark suit and blue shirt wearing glasses facing the camera with a neutral expression
Anton Moeliono saat menjadi pakar bahasa. (dok. Kemendikdasmen)

Selain menjadi Kepala Lembaga Linguistik pada 1969, dia tercatat juga mengabdi di Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional di tahun 1960 sebagai Kepala Bidang Perkamusan.

Di tahun 1984, dia aktif menjabat sebagai Kepala Pusat Bahasa di tahun 1984 dan menjadi Direktur Indonesian Linguistics Develompent Project dan menjadi Direktur Eksekutifnya di tahun 1990. Sejak tahun 1993 itu, dia berperan aktif sebagai konsultan bahasa di Pusat Bahasa.

Di samping itu, dia juga merupakan salah satu tokoh kunci yang memprakarsai Fakultas Penyilidikan Bahasa dan Kebudayaan di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta. Di sini, Anton mendirikan Pusat Kajian Bahasa dan Budaya.

Di kalangan mahasiswa dan kolega, Anton dikenal sebagai pribadi yang perfeksionis, disiplin, dan tegas dalam berbahasa. Dia merupakan sosok pencetus di balik beberapa istilah yang kini seringkali tak asing di telinga masyarakat Indonesia seperti kata unggah, pantau, unduh, hingga gawai.

Anton Moeliono tercatat meninggal dunia pada 25 Juli 2011 pukul 23.27 WIB di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara No 51, Jakarta. Sang pakar bahasa menghembuskan napas terakhirnya di usia 82 tahun.

Sebelum berpulang, Anton sempat mendapat perawatan intensif di RS Medistra Jakarta karena komplikasi penyakitnya di sejumlah organ-organ tubuh penting.

Hingga akhir hayatnya, Anton percaya jika bahasa merupakan cerminan kepribadian bangsa yang maju dan tertib. Maka dari itu, dia secara konsisten mempopulerkan slogan untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kendati telah tiada, namun warisan dan kiprahnya di bidang tata bahasa Indonesia masih terus digunakan. Dia juga menjadi tonggak utama dalam tradisi riset linguistik di Indonesia yang kini semakin menguat setiap harinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *