catrawarta.com — Kritik dan saran mantan diplomat senior, Dino Patti Djalal yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto membuat sejumlah pihak kepanasan. Mereka yang tidak senang dengan kritik tersebut segera ”menyerang” sosok Dino, diplomat karier yang menurut Anies Baswedan bukan pejabat karbitan.
Apa yang sebernarnya yang disampaikan Dino hingga membuat pihak tertentu merasa perlu membalas pernyataannya?
Dino dalam akun Instagram resminya, Dino membuka masukan pada Prabowo dengan ungkapan,”Bapak Presiden yang kami hormati, Bapak Presiden telah menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada saya yang berarti Bapak mempercayai saya kredibilitas dan pandangan saya mengenai politik luar negeri.”
Ia melanjutkan, karena itu saya juga merasa memiliki tanggung jawab moril untuk menyampaikan pesan apa adanya. Dino juga menyebut dirinya telah lama bersahabat dengan Prabowo bahkan memajang foto bersama saat Presiden masih aktif di militer.
”Saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia mengimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalan ke luar negeri dan tidak menganggp remeh jeritan publik mengenai hal ini,” tandas Dino dengan intonasi yang tegas.
Biaya Sangat Besar
Mantan Duta Besar Amerika Serikat itu menyebutkan, dalam perhitungannya, dari seluruh pemimpin dunia Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri.
Menurutnya, semenjak menjabat menjadi presiden 1 dari 6 hari, Prabowo menghabiskan waktu di luar negeri. Ia menilai ada pihak yang kemudian menganggap hal itu tidak lazim. Bahkan, ada pula yang menyatakan di luar batas kewajaran.
Lebih lanjut Dino menyatakan, tidak mungkin dalam 18 bulan ke depan Presiden Prabowo tidak mungkin terus melakukan kunjungan internasional dalam frekuensi yang sama tingginya. Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar.
Hal itu, jelas Dino, termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya konsumsi, biaya protokoler dan pengamanan, biaya uang harian untuk seluruh delegasi dan perangkat pendamping dan berbagai biaya lainnya.
”Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar,” tandasnya.

Praktik Jual Beli Titik Dapur MBG Diaudit 