Warta

Dokumen Epstein yang Bikin Heboh, Praktik Perdagangan Orang dan Pedofilia Elite Dunia

catrawarta.com — Nama Jeffrey Epstein, warga negara Amerika Serikat, begitu terkenal akhir-akhir ini setelah aparat membuka dokumennya. Isi dokumen sangat mengejutkan, praktik...

Menteri PPPA Arifah Fauzi yang mengajak masyarakat memberantas dan melawan perdagangan orang.(Foto: dok Kementerian PPPA)

catrawarta.comNama Jeffrey Epstein, warga negara Amerika Serikat, begitu terkenal akhir-akhir ini setelah aparat membuka dokumennya. Isi dokumen sangat mengejutkan, praktik perdagangan orang terutama anak-anak yang digunakan untuk aktivitas seksual tidak wajar.

Berbagai sumber media asing menyebutkan Epstein terkenal sebagai salah seorang dengan harta triliunan rupiah. Namun tidak jelas aktivitas sebenarnya apa. Ada yang menyebut sebagai pemodal dan berbagai aktivitas keuangan lainnya.

Namun, itu semua menurut sejumlah sumber merupakan kedok. Ia melakukan praktik menyimpang dengan ”menjual” anak-anak perempuan di bawah umur. Mereka menjadi ”teman” bagi sejumlah elite dunia. Nama-nama pengusaha global, artis, politisi dan lainnya menjadi pelanggan Epstein.

Pulau Mewah Little St James

Epstein melakukan pesta dan penyimpangan seksual bersama para tokoh tenar dunia di sebuah pulau pribadi miliknya, Little St James. Pulau kecil tersebut berisikan fasilitas lengkap yang menyuguhkan kemewahan. Di sanalah para petinggi global menjalani praktik penyimpang.

Selain di pulau tersebut, ia juga melakukan praktik pedofilia di rumah mewahnya di Florida dan New York. Muncul dugaan, ia menyodorkan kegiatan seks menyimpang kepada para elite dengan tujuan agar kejahatannya aman dan terlindungi.

Terbukti, meskipun pernah dihukum pada tahun 2008 tetapi ia masih bisa menjalani aktivitas perdagangan orang dan pedofilia hingga dihukum lagi pada 2019. Foto-foto yang beredar, termasuk video rekaman, memperlihatkan anak-anak perempuan di bawah umur bersama sejumlah tokoh. Mereka mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan usianya.

Kampanya Anti Perdagangan Manusia

Berbagai negara di dunia berusaha keras melakukan perlawanan perdagangan manusia. Indonesia juga begitu melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Menteri PPPA, Arifah Fauzi menegaskan sikap Indonesia memerangi dan memberantas perdagangan manusia. Ia minta semua pihak membangun kesadaran kolektif guna melawan perdagangan manusia. Perdagangan orang tak hanya internasional, di dalam negeri pun praktik semacam itu masih terjadi.

Belum lama, seorang perempuan menjadi korban perdagangan orang hingga meninggal dunia karena dianiaya. Korban semula dijanjikan bekerja di tempat layak namun kenyataannya diminta menjadi bagian dari prostitusi.

Perdagangan manusia bukan persoalan biasa. Pelaku biasanya berantai melibatkan banyak pihak bahkan backing orang kuat. Karena itu, masyarakat harus terlibat aktif bersama-sama melawan segala bentuk upaya perdagangan orang. Kebersamaan menjadi kunci melawan tindakan pelanggaran HAM tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *