Warta

Apa itu Nitrous Oxide, Sering Disalahgunakan untuk Fly

catrawarta.com — Kematian selegram Lula Lahfah dalam usia sangat muda sangat mengagertkan. Terutama muncul informasi liar terkait temuan botol pink yang diduga...

Pakar Farmasi Klinik apt Puguh Novi Arsito MSc.(Foto: istimewa)

catrawarta.comKematian selegram Lula Lahfah dalam usia sangat muda sangat mengagertkan. Terutama muncul informasi liar terkait temuan botol pink yang diduga sebagai nitrous oxide atau whip pink.

Nitrous oxide bukanlah zat yang aman untuk digunakan secara sembarangan, terlebih tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan risiko zat tersebut masih sangat minim.

”Nitrous oxide atau dalam istilah kimia disebut dinitrogen monoksida (N₂O) digunakan di dunia kedokteran, terutama sebagai anestesi inhalasi. Biasanya dikombinasikan dengan obat anestesi lain untuk mempercepat induksi dan menurunkan dosis anestesi utama,” papar Pakar Farmasi Klinik apt Puguh Novi Arsito MSc.

Pengaruhi Sistem Saraf Pusat

Ketika disalahgunakan untuk tujuan rekreasional, nitrous oxide justru menimbulkan berbagai efek berbahaya. Ia menjelaskan gas tersebut dikenal sebagai gas tawa karena mampu memengaruhi sistem saraf pusat.

‘Penggunaan secara nonmedis dapat memicu pelepasan dopamin di otak, sehingga menimbulkan rasa euforia, senang, dan kepuasan sesaat,” ujar Puguh.

Ia menambahkan, nitrous oxide juga memengaruhi reseptor NMDA di otak yang dapat menyebabkan distorsi sensorik, seperti gangguan pendengaran dan penglihatan yang menjadi kabur. Kondisi tersebut membuat pengguna merasakan sensasi melayang atau fly.

Mengakibatkan Ketergantungan

Efek tersebut kerap membuat pengguna merasa seolah terbebas dari tekanan dan masalah. Namun, sensasi tersebut hanya berlangsung singkat dan justru mendorong penggunaan berulang, yang berpotensi menimbulkan ketergantungan.

”Risiko jangka pendek yang paling berbahaya akibat penyalahgunaan nitrous oxide adalah hipoksia atau kekurangan oksigen. Sebagai gas murni, nitrous oxide dapat mendesak oksigen di paru-paru sehingga tubuh mengalami penurunan suplai oksigen secara drastic,” ungkap Puguh.

Pada penggunaan jangka panjang juga berdampak serius terhadap kesehatan saraf. Nitrous oxide bersifat oksidator kuat yang dapat mengganggu metabolisme vitamin B12, padahal vitamin B12 sangat penting dalam pembentukan dan pemeliharaan sel saraf.

Tidak Bisa Diperoleh secara Bebas

Puguh menegaskan, dalam dunia farmasi, nitrous oxide tergolong obat keras yang penggunaannya diatur secara ketat oleh peraturan perundang-undangan. Zat itu tidak dapat diperoleh secara bebas di fasilitas kesehatan karena harus menggunakan resep dokter dan hanya boleh digunakan oleh tenaga medis.

”Celah penyalahgunaan justru berasal dari sektor pangan, karena nitrous oxide digunakan dalam industri makanan, misalnya untuk whipping cream. Dari sektor inilah produk tersebut dapat beredar dan disalahgunakan,” imbuhnya.

Ia menilai pengawasan terhadap distribusi nitrous oxide di sektor pangan perlu segera diperketat guna menekan potensi penyalahgunaan. Implementasi regulasi harus ketat untuk mencegah jatuhnya korban. Selain itu, perlu edukasi dengan sasaran anak-anak muda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *