Pena Catra

MBG Harus Tetap Diawasi, Jangan Klaim Kebal

catrawarta.com — Pernyataan Badan Gizi Nasional (BGN) bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) “tidak mungkin dikorupsi” bisa diapresiasi. Namun tetap harus diawasi...

Ilustrasi MBG -

catrawarta.comPernyataan Badan Gizi Nasional (BGN) bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) “tidak mungkin dikorupsi” bisa diapresiasi. Namun tetap harus diawasi dan dikritisi. Apresiasi layak diberikan karena pemerintah tampak belajar dari kegagalan tata kelola program bantuan di masa lalu. Namun, klaim absolut semacam itu justru berisiko melemahkan kewaspadaan publik dan kontrol demokratis.

BGN menyebut mekanisme keuangan MBG telah “dikunci rapat” melalui sistem virtual account yang harus disetujui dua pihak. Pembayaran berbasis biaya riil (at cost), serta kewajiban mengacu pada harga pasar. By desain, sistem ini memang lebih maju, transparan, dan  akuntabel dibanding banyak program sosial sebelumnya. Risiko mark up anggaran, yang kerap menjadi pintu masuk korupsi, secara signifikan ditekan.

Akan tetapi sejarah panjang pengelolaan anggaran publik di negeri ini memberi pelajaran  penting. “Korupsi tidak selalu lahir dari celah sistem. Korupsi bisa muncul dari praktik kekuasaan di lapangan.” Ketika negara terlalu percaya diri menyatakan bahbahwa “tidak mungkin dikorupsi”, maka ini sinyal   kewaspadaan seharusnya berbunyi.

Saat ini Korupsi tidak selalu berbentuk pencurian uang secara vulgar. Dalam program makan bergizi, potensi penyimpangan bisa bergeser pada penurunan kualitas bahan pangan, manipulasi distribusi, kolusi pemasok, hingga pembiaran standar gizi yang tidak terpenuhi. Semua itu bisa terjadi tanpa melanggar prosedur keuangan secara formal, namun tetap merugikan negara dan mengkhianati tujuan program.

Sistem digital seketat apa pun tumpuhannya tetap  pada integritas manusia. Pengawasan lapangan yang lemah, auditor yang jarang turun, atau relasi kuasa antara mitra pelaksana dan pengawas berpotensi melahirkan praktik grey corruption—tidak tercatat sebagai pelanggaran anggaran, tetapi nyata merusak kualitas layanan publik.

Karena itu, yang dibutuhkan bukanlah klaim kebal korupsi, melainkan kerendahan hati institusional. Pemerintah seharusnya menyatakan bahwa MBG dirancang agar lebih sulit dikorupsi, bukan mustahil. Perbedaan diksi ini penting, karena demokrasi yang sehat justru bertumbuh dari pengakuan akan keterbatasan, bukan dari narasi kesempurnaan.

Tajuk ini menegaskan: keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari kepatuhan prosedur keuangan, tetapi dari apakah anak-anak benar-benar menerima makanan bergizi layak, berkualitas, dan berkelanjutan. Untuk itu, keterbukaan data, audit independen, pengawasan masyarakat sipil, dan peran pers yang kritis harus dijaga—bukan dianggap sebagai gangguan, melainkan sebagai pagar pengaman.

Program Makan Bergizi Gratis adalah kebijakan strategis untuk masa depan bangsa. Justru karena strategis itulah, ia harus terus diawasi. Sulit dikorupsi adalah prestasi. Mengklaim kebal korupsi adalah kekeliruan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *