catrawarta.com — Objek wisata di Kabupaten Gunungkidul tampaknya menjadi ‘tambang emas’ pendapatan asli daerah (PAD). Terbukti selama sepekan libur Lebaran 2026 mampu mendongkrak pemasukan Rp 3,4 miliar.
PAD Lebaran tahun ini dinilai merupakan performa terbaik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Dengan capaian sebesar Rp 3,4 miliar hanya dalam satu pekan libur Lebaran menunjukkan, bahwa destinasi di Gunungkidul masih banyak diminati.
Pencapaian yang cukup fantastis dari retribusi masuk objek wisata ini diperoleh terhitung mulai 19 hingga 25 Maret 2026.
Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengungkapkan, realisasi pendapatan tersebut jauh melampaui target awal yang telah ditetapkan. “Ada lonjakan pengunjung wisata yang sangat signifikan mencapai dua kali lipat dari yang ditargetkan,” katanya.
Berdasarkan data resmi dinas, total wisatawan yang memadati berbagai objek wisata di Gunungkidul mencapai 281.343 orang. Kunjungan masif ini menyumbangkan pemasukan retribusi sebesar Rp 3.481.625.200 ke kas daerah, sebuah lompatan besar mengingat perolehan tahun lalu pada periode yang sama hanya berkisar di angka Rp1,7 miliar.
Objek Wisata Paling Banyak DIkunjungi
Untuk kunjungan ke objek pantai selatan masih menempati urutan pertana sebagai destinasi favorit yang paling banyak diburu para wisatawan untuk menghabiskan waktu libur mereka.
Destinasi lain seperti Gua Pindul, Gunung Api Purba Nglanggeran juga ramai, tapi tidak seramai kunjungan warga ke objek wisata pantai. Dalam sehari kunjungan di pantai bisa mencapai 60.000an oranga.
Meskipun masa libur Lebaran telah usai, tren kedatangan wisatawan terpantau masih cukup tinggi, seperti yang terlihat, Minggu (29/3) dengan jumlah kunjungan harian mencapai 37.631 orang. “Momen yang baik ini menjadi modal untuk bisa mencapai target PAD wisata 2026 yang jumlahnya mencapai 36,4 miliar,” imbuhnya.
Kasatlantas Polres Gunungkidul, Priya Tri Handaya mengatakan, pihaknya ikut mengamankan pelaksanaan libur Lebaran karena ada lonjakan pengunjung yang mendatangi lokasi wisata di Bumi Handayani. Beberapa titik seperti Pantai Drini dan Pantai Sepanjang di Kapanewon Tanjungsari tercatat mengalami kepadatan arus kendaraan yang sangat tinggi. “Memang lokasi parkir di Drini terbatas sehingga pengunjung yang datang harus antre agar bisa masuk. Saking banyaknya sampai ke jalur utama penghubung antar pantai dan kami terjun untuk mengatur agar lalu lintas tetap lancar,” katanya

Indonesia Kembali Keluarkan Kecaman atas Serangan Israel pada Pasukan Perdamaian PBB 