catrawarta.com — Sektor pariwisata terus mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung ekonomi DIY. Bahkan aktivitas pariwisata memberikan kontribusi signifikan sebesar 65,67 terhadap total perekonomian daerah ini. Pertumbuhan ekonomi DIY pada Triwulan I 2026 diprediksikan juga bakal lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Hal itu, karena ada beberapa faktor kunci yang mendorong optimisme tersebut, seperti kenaikan UMP DIY yang menyesuaian menjadi sebesar 6,78 persen. Kenaikan ini memperkuat daya beli masyarakat.
Selain itu, dalam waktu dekat bakal masuk bulan Ramadan dan Idul Fitri yang diharapkan bisa menggenjot konsumsi rumah tangga secara masif.
“Aktivitas pariwisata masih menjadi motor penggerak ekonomi lokal di DIY. Karena menciptakan efek ganda (multiplier effect) yang luas, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga UMKM,” ujar Pengurus ISEI Yogyakarta sekaligus Komisaris Utama PT Bidakara Indah Sejahtera, Budiharto Setyawan di Yogyakarta, Jumat (23/1/2026).
“Meskipun citra Jogja sebagai destinasi murah masih kuat, namun pengeluaran wisatawan non-leisure jauh lebih besar. Dengan infrastruktur MICE yang memadai, DIY punya peluang besar meningkatkan PDRB dan PAD,” ungkapnya.
Menurutnya, selain kontribusi nilai ekonomi, sektor ini juga menjadi penyerap tenaga kerja yang vital. Data menunjukkan, aktivitas pariwisata di DIY menyerap sekitar 292 ribu pekerja atau setara dengan 12,94 persen dari total angkatan kerja di DIY pada tahun 2025. Dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,64 persen pada tahun 2026, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memperbanyak event dan memperkuat sektor MICE menjadi langkah strategis yang harus terus didorong.

Mental Baja Penegakan Kebenaran 