Catra Wisata

Nyala Api Abadi Mrapen pun Mengalami Redup dan Padam

catrawarta.com — Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ternyata tak abadi lagi. Sebab, ternyata sumber api...

Situs Api Abadi Mrapen di Grobogan.

catrawarta.comApi Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ternyata tak abadi lagi. Sebab, ternyata sumber api tersebut sempat meredup dan akhirnya padam. Oleh karena itu, kini diupayakan adanya perawatan secara rutin untuk menjaga agar nyala Api Abadi Mrapen tetap menyala.

Dalam penjelasannya kepada pers, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Agus Sugiharto mengatakan, Api Abadi Mrapen sebenarnya tidak benar-benar padam, namun nyalanya mengecil. Api tersebut dilaporkan mengecil atau padam sejak Kamis (1/1) lalu, namun sebulan kemudian, tepatnya mulai 8 Februari 2025 sudah menyala kembali.

Menurut Agus Sugiharto, penyebab kecilnya nyala Api Abadi Mrapen faktor alamiah, yakni tersumbatnya rongga-rongga yang selama ini menjadi saluran gas bumi karena faktor alam.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut sebenarnya bukan pertama kalinya, sebab Api Abadi Mrapen pernah pula mengecil nyalanya pada tahun 2020. “Nah, itu karena rongga-rongga sama banyaknya (curah) hujan, ada pelarutan di sana, sehingga rongga atau aliran-aliran gasnya itu tersumbat,” katanya.

Untuk mengatasinya, kata Agus, pihaknya telah melakukan pembersihan rongga-rongga saluran gas tersebut dari sedimen yang menyumbat atau flushing. “Harusnya kan sumur itu dibersihkan, diambil airnya  supaya bersih. Karena tidak diaktivasi, tidak ada kegiatan pengambilan airnya ,sehingga sedimennya menumpuk kemudian menyumbat ke saluran-saluran gas yang ada,” ujanya.

Secara Ilegal

Selain itu, ia menduga pengambilan gas bumi secara ilegal oleh warga di sekitar Api Abadi Mrapen juga berpengaruh terhadap pengecilan nyala api abadi tersebut.

“Gas lama-lama juga sumbernya kan pasti berkurang. Ditambah lagi kalau banyak yang mengambil secara ilegal. Tentunya tingkat kebocorannya atau berkurangnya suatu sumber daya yang ada ini akan semakin cepat,” katanya.

Diakuinya, sumber gas bumi untuk Api Abadi Mrapen semakin lama juga akan menipis dan habis, ditambah kemungkinan terjadinya kebocoran karena faktor alam, sehingga butuh kesadaran untuk ikut melestarikannya.

“Bukannya nggak mati, suwe-suwe (lama-lama) mesti mati. Cuma kita bisa memaintenance atau melakukan perawatan terhadap saluran-saluran gas di wilayah situ supaya tetap lancar,” katanya.

Oleh karena itu, kata Agus, pihaknya akan melakukan perawatan secara berkala terhadap rongga-rongga alam yang menjadi saluran gas agar tidak sampai tersumbat kembali. “Dan tentunya kita membatasi pengambilan-pengambilan gas ilegal, liar yang dimanfaatkan untuk rumah tangga itu di sekitaran Mrapen supaya terjagai,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *