catrawarta.com — Kereta Api Indonesia terus melakukan inovasi. Setelah era Ignasius Jonan yang secara revolusioner mengubah kereta api menjadi fasilitas angkutan umum yang aman, nyaman dan berkemajuan, kini kereta api banyak berbenah.
Salah satu inovasinya, KAI Wisata yang terus memanjakan wisatawan domestik maupun mancanegara dengan inovasi layanan unggulan pada Kereta Panoramic. Melalui fitur 90-degrees, perusahaan menghadirkan pengalaman unik yang memungkinkan penumpang memutar kursi mereka menghadap langsung ke jendela besar.
Inovasi tersebut memberikan sudut pandang panorama yang jauh lebih luas dan memberikan kesan mendalam bagi siapa pun yang menikmatinya.
Corporate Secretary KAI Wisata, Otnial Eko Pamiarso, menegaskan Kereta Panoramic kini bukan sekadar sarana transportasi antarkota. Layanan KAI wisata telah bertransformasi menjadi sebuah pengalaman wisata bergerak yang semakin diminati oleh pelanggan.
”Melalui fitur ini, kami ingin memberikan pengalaman perjalanan yang lebih immersive bagi seluruh pelanggan,” ungkap Otnial.
Pemutaran Kursi 90 Derajat
Ia menjelaskan, KAI Wisata secara khusus mengoperasikan fitur pemutaran kursi pada momen-momen terbaik perjalanan, tepatnya saat kereta melintasi lanskap ikonik Indonesia. Pada rute Jakarta-Bandung, para peziarah pemandangan dapat menikmati fitur di Lintas Cikubang hingga Padalarang.
Sementara itu, pada relasi Bandung-Surabaya, penumpang bisa merasakan sensasi kursi 90 derajat saat melintasi jalur eksotis antara Cibatu dan Cipeundeuy.
Petugas hanya akan mengaktifkan fitur setelah seluruh rangkaian layanan sajian makanan dan minuman selesai tersaji kepada pelanggan. Hal itu dilakukan guna memastikan kenyamanan maksimal tanpa gangguan aktivitas pelayanan snack box.
Sebelum kursi diputar, Train Attendant akan menyampaikan pengumuman khusus yang mengajak para “Journey People” untuk bersiap menikmati keindahan alam Indonesia dari balik jendela kaca raksasa.
Nilai Tambah KAI
Otnial menambahkan bahwa kehadiran fitur ini menjadi nilai tambah yang signifikan bagi posisi Kereta Panoramic di pasar perjalanan premium. Ia percaya bahwa setiap kilometer perjalanan merupakan bagian dari wisata itu sendiri yang harus berkesan dan Instagrammable.
”Kehadiran fitur tersebut menjadi salah satu nilai tambah yang membuat Kereta Panoramic semakin diminati, terutama oleh pelanggan yang menginginkan sensasi berbeda,” paparnya.
Dalam pelaksanaannya, awak kabin Kereta Panoramic tetap memprioritaskan faktor keselamatan dan koordinasi antarpenumpang sebelum memutar kursi. Petugas akan memastikan penumpang di baris belakang merasa nyaman dan menyetujui perubahan posisi kursi tersebut jika dilakukan di luar rute utama.
Prosedur Ketat untuk Keamanan
Ia menegaskan, KAI Wisata juga menetapkan prosedur teknis yang ketat guna mendukung keamanan selama proses pemutaran kursi oleh kru bertugas. Penumpang wajib memastikan meja portabel tertutup rapat, kursi dalam posisi tegak, dan tidak ada kabel pengisi daya yang melintang.
Kru juga meminta pelanggan untuk menjauhkan tangan dari sandaran tangan (handrest) demi menghindari risiko terjepit saat mekanisme kursi bergerak.
Uniknya, penumpang tidak perlu beranjak dari tempat duduk mereka karena petugas akan membantu memutar kursi secara langsung dalam posisi duduk. Selama proses berlangsung, petugas akan menginformasikan bahwa kursi belum terkunci sempurna sehingga penumpang diminta membantu menahan posisi dengan kaki. Dengan demikian, proses transisi posisi duduk berjalan mulus tanpa mengganggu ritme perjalanan kereta.

Sebelum Dipulangkan, UNIFIL Beri Penghormatan untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur 