catrawarta.com — United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) memberikan penghormatan terakhir untuk tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan dengan menggelar upacara memorial.
“Upacara dilaksanakan di Hanggar Lebanese Air Force Beirut dipimpin langsung oleh Force Commander (FC)/Head of Mission l UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara,” tulis UNIFIL seperti dikutip dalam siaran pers Puspen TNI, Jumat (3/4/2026).
Penghormatan diberikan kepada Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Upacara memorial tersebut juga dihadiri Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Lebanon beserta jajaran KBRI, Atase Pertahanan (Athan) RI di Kairo, perwakilan United Nations Headquarters (UNHQ) New York, serta unsur militer Lebanon dan kontingen internasional.
Prosesi upacara militer dilaksanakan secara lengkap, diawali dengan pembukaan, penghantaran peti jenazah ke area upacara, pembacaan riwayat singkat, doa, hingga penganugerahan medali kehormatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Angkatan Bersenjata Lebanon (Lebanese Armed Forces/LAF) secara anumerta.
Rangkaian Upacara Pemulangan Jenazah
Rangkaian upacara dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga oleh pejabat UNIFIL, perwakilan Indonesia dan militer Lebanon, amanat pejabat, penghormatan militer, mengheningkan cipta, serta pengantaran kembali jenazah.
Sebagai bentuk penghormatan tambahan, Force Commander UNIFIL secara simbolis menyematkan scarf PBB pada peti jenazah serta menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada seluruh kontingen Indonesia yang hadir. Upacara juga melibatkan unsur pasukan gabungan, termasuk satu satuan setingkat peleton Infanteri dan Polisi Militer Lebanon, unsur korsik, serta pasukan Kontingen Garuda (Konga).
Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menyampaikan penghargaan atas dedikasi ketiga prajurit yang gugur saat menjalankan tugas pada 29 dan 30 Maret 2026 di Lebanon Selatan. Dalam keterangan tersebut, disampaikan, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Dewan Keamanan PBB menegaskan pentingnya perlindungan terhadap seluruh personel penjaga perdamaian.

TKA Bukan Penentu Kelulusan, Tapi Melatih Kejujuran 