Catra Wisata

Jogja Halal Fest #3 Siap Digelar, Dorong Ekosistem Industri Halal Terintegrasi di Yogyakarta

catrawarta.com — Masyarakat Ekonomi Syariah DIY (MES DIY) terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Jogja Halal Fest (JHF) #3 yang akan digelar pada 10–13...

Prof Dr Edy Suandi Hamid dan Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto di acara Syawalan dan Konsolidasi Strategis JHF #3. (Istimewa)

catrawarta.comMasyarakat Ekonomi Syariah DIY (MES DIY) terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Jogja Halal Fest (JHF) #3 yang akan digelar pada 10–13 September 2026 di Jogja Expo Center. Ajang ini diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak penguatan ekosistem industri halal di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua Organizing Committee (OC) JHF #3, Wulan, mengungkapkan, gelaran tahun ini akan hadir lebih komprehensif dengan melibatkan 21 sektor industri halal. Sektor tersebut mencakup kuliner, busana muslim (modest fashion), keuangan syariah, hingga sektor strategis lain seperti teknologi, pendidikan, dan kesehatan.

“Jogja Halal Fest bukan sekadar pameran, tetapi platform kolaborasi untuk memperkuat ekosistem halal. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mitra, sponsor, maupun pelaku usaha untuk terlibat sebagai tenant,” ujarnya.

Persiapan JHF #3 turut diperkuat melalui agenda Syawalan dan Konsolidasi Strategis yang digelar di Gedung Heritage KPw BI DIY. Kegiatan ini menghadirkan puluhan pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, regulator, akademisi, asosiasi, serta pelaku usaha.

Industri Halal Peluang Ekonomi Global

Ketua Umum MES DIY, Edy Suandi Hamid, menegaska, industri halal kini telah berkembang menjadi peluang ekonomi global yang sangat besar. Oleh karena itu, diperlukan penguatan ekosistem yang terintegrasi agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Permintaan produk halal terus meningkat secara global. Ini harus kita respons dengan kolaborasi lintas sektor agar memberikan dampak ekonomi yang luas dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia DIY menilai Yogyakarta memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah nasional. Momentum pasca-Ramadan, khususnya di bulan Syawal, dinilai sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.

Dalam rangkaian acara tersebut, pesan penguatan nilai spiritual juga disampaikan oleh Muhamad. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi (istiqamah) setelah Ramadan, terutama dalam menerapkan nilai kejujuran, disiplin, serta praktik ekonomi yang berkeadilan, termasuk menjauhi riba dan memperkuat instrumen filantropi seperti zakat dan wakaf.

Melalui Jogja Halal Fest #3, MES DIY berharap dapat menjembatani transformasi nilai kesalehan personal menjadi kekuatan ekonomi yang nyata. Event ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga katalisator pertumbuhan industri halal yang inklusif dan berkelanjutan di Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *