Catra Wisata

Imbauan Bijak Ketika Berwisata di Pantai Selatan DIY, Hindari ‘Rip Current’

catrawarta.com — Selama libur lebaran jumlah wisatawan menuju  pantai sebagai tempat berekreasi, cukup tinggi, termasuk pula di sejumlah pantai yang ada di...

Pasir putih di Pantai Indrayanti yang berada di wilayah Gunungkidul. (Dok. BPBD DIY)

catrawarta.comSelama libur lebaran jumlah wisatawan menuju  pantai sebagai tempat berekreasi, cukup tinggi, termasuk pula di sejumlah pantai yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Namun, di tengah kegembiraan beriwisata itu, pengunjung juga harus memperhatikan risiko yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Mengapa? Karena,  pantai-pantai di  wilayah DIY merupakan  di pesisir selatan yang berbatasan langsung dengan samudera Hindia yang memiliki gelombang arus balik (rip current) lebih besar, kuat, dan tinggi. Arus balik adalah gelombang yang bergerak dari dalam laut ke pantai serta sebaliknya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY melalui situsnya menyebutkan,  arus balik ini bisa menyeret orang ke dalam air dalam seketika. Jika sudah terseret arus balik, disarankan dengan berenang mengikuti gerakan arus dan tidak melawannya. Lalu, coba untuk berenang sejajar dengan garis pantai hingga tiba di ujung arus.

Jangan Berenang Melawan Arus

Rata-rata penyebab kematian korban adalah berenang melawan arus yang berujung kelelahan dan tenggelam. Oleh sebab itu, janganlah berenang melawan arus (lurus langsung ke arah pantai) jika sudah terjebak di dalam arus balik, namun berenanglah mengikuti arus yang ada (sejajar dengan bibir pantai) agar dapat menyelamatkan diri dari situasi tersebut.

Namun tetap saja, jika tidak memiliki kemampuan untuk berenang, pilihan paling bijak adalah dengan menikmati pemandangan dari tepi pantai, karena pada dasarnya menikmati pantai tidak harus dengan berbasah-basahan apalagi hingga berenang yang bisa membahayakan jika sampai terseret arus.

Banyak hal yang bisa kita lakukan ketika berlibur ke pantai selain berenang, seperti jalan-jalan dan bermain pasir pantai, bersantai di bawah pohon, tenda/payung, hingga menikmati kuliner lokal sembari mendorong perekonomian masyarakat sekitar. Oleh karena itu, bijaklah ketika berlibur ke pantai dan selalu ikuti arahan petugas yang memantau situasi sebelum memutuskan mendekati bibir pantai apakah gelombang sedang tinggi atau aman untuk bermain di sekitar bibir pantai.

Laka Laut di Bantul dan Gunungkidul

Satpol PP DIY juga terus mengingatkan wisatawan untuk selalu mewaspadai

 rip current’ Pantai Selatan.  Lembaga ini melalui  Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) mencatat sejumlah kejadian kecelakaan (laka) laut di wilayah Bantul dan Gunungkidul sepanjang libur Lebaran. Beruntung, berkat kesiapsiagaan petugas, seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa adanya korban jiwa.

​Kepala Satpol PP DIY, Bagas Senoadji, mengungkapkan,  Sabtu (21/3) di Pantai Kukup, Gunungkidul seorang wisatawan dilaporkan mengalami luka akibat terkena bulu babi. Tren laka laut berlanjut pada Minggu (22/3) di Pantai Parangtritis, Bantul, di mana dua orang terseret arus namun berhasil diselamatkan petugas.

Tidak hanya itu, pada Senin (23/3) di Pantai Parangtritis satu rombongan wisatawan yang sedang bermain air tidak menyadari mereka berada di area rip current . Akibatnya, empat orang terseret arus hingga ke tengah laut.

​”Untungnya petugas jaga melihat kejadian tersebut langsung sigap memberikan pertolongan. Korban kemudian dibawa ke Posko SRI untuk pendataan dan penanganan medis. Salah satu korban bahkan kami rujuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan,” kata ​Kepala Satpol PP DIY, Bagas Senoadji.

Rip  Current Sering Mengecoh

​Bagas menekankan, faktor utama penyebab laka laut adalah keberadaan rip current yang sering kali mengecoh wisatawan. Arus tersebut memiliki karakter permukaan yang terlihat tenang namun memiliki daya tarik yang sangat kuat ke arah tengah laut.

​”Wisatawan sering tergiur bermain di area yang airnya terlihat tenang, padahal itu justru titik rip current. Ciri utamanya adalah warna air yang cenderung lebih gelap dibandingkan sekitarnya. Arusnya sangat kencang menarik ke tengah,” terangnya. 

Untuk menjamin keamanan wisatawan, Satpol PP DIY menyiagakan sedikitnya 328 personel SRI yang tersebar di tujuh wilayah. Mulai dari Pantai Sadeng (Gunungkidul) di ujung timur hingga Pantai Congot (Kulonprogo) di barat. Selain pesisir, petugas juga disiagakan di objek wisata air lainnya seperti Waduk Sermo dan Kaliurang. Tidak hanya itu

​pihaknya terus menjalin sinergi  erat dengan Ditpolairud Polda DIY, BPBD serta Dinas Kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *