Catra Cendekia

Uji Keamanan Pangan Gunakan AI, Patahkan Metode Lama yang Destruktif

catrawarta.com — Pengujian kandungan kimia pada makanan masih didominasi metode destruktif yang memakan waktu dan merusak sampel. Padahal kecepatan dan keakuratan sangat...

PERAK: Tim UGM meraih perak pada ajang ''2nd International Student Competition'' (Sumber: dok UGM)

catrawarta.comPengujian kandungan kimia pada makanan masih didominasi metode destruktif yang memakan waktu dan merusak sampel. Padahal kecepatan dan keakuratan sangat penting terutama saat ini banyak kasus keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Karena itu, Tim Mahasiswa UGM membuat inovasi berupa pengujian berbasis visual image yang bersifat nondestruktif. Tim memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) melalui sistem Convolutional Neural Network (CNN), yang mampu mendeteksi risiko bahan kimia dan kontaminan hanya melalui foto produk pangan.

Selain deteksi kandungan pada pangan yang cepat, inovasi juga mengintegrasikan sistem blockchain untuk memastikan seluruh data hasil deteksi tersimpan secara transparan dan aman. Terdapat pelacakan riwayat keamanan pangan secara real-time guna menjamin nutrisi berkelanjutan.

Ikuti Kompetisi Internasional

Tim yang terdiri atas berbagai lintas disiplin tersebut mempresentasikan inovasi teknologi pangan dalam ajang ”2nd International Student Competition” yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kompetisi berskala internasional dari Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM), Universiti Putra Malaysia (UPM) diikuti peserta 8 negara. Mereka berkompetisi dalam kategori esai dan paper ilmiah.

”Kompetisi dirancang untuk mendorong lahirnya inovasi yang berlandaskan penelitian, dengan fokus pada prinsip keberlanjutan, semangat kewirausahaan, dan kontribusi terhadap dampak sosial berskala global,” papar Ketua Tim, Melati Putri Ramadhani.

Pengawasan Keamanan Pangan MBG

Anggota tim, Saskia Aulia Ramadhani menambahkan inovasi tersebut dapat mendukung ketahanan pangan dan nutrisi yang berkelanjutan bagi anak-anak melalui pengawasan keamanan pangan pada program MBG.

Selain itu, mencegah penyakit akibat kontaminasi bahan kimia berbahaya dalam makanan melalui deteksi dini berbasis AI. Tim berencana akan mengembangkan inovasi teknologi mutakhir dengan mengintegrasikan AI, CNN, dan Blockchain dalam industri keamanan pangan, serta mewujudkan kolaborasi internasional.

Mereka pun akhirnya meraih prestasi, membawa pulang medali perak. Kerja keras tim tidak lepas dari bimbingan dosen Departemen Kimia FMIPA UGM, Mokhammad Fajar Pradipta MEng, serta anggota tim lainnya yakni Nisrina Athyra Karimah, Sahda Huwaidah Estiningtyas, dan Naufal Septio Fathurrahman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *