Catra Budaya

Perlu Riset Ungkap Benteng Palasari di Sumedang

catrawarta.com — Kabupaten Sumedang Jabar ternyata menyimpan cagar budaya nasional yang perlu dibenahi. Untuk keperluan itu, Kementerian Kebudayaan  mendorong melalui riset. Salah...

#image_title

catrawarta.comKabupaten Sumedang Jabar ternyata menyimpan cagar budaya nasional yang perlu dibenahi. Untuk keperluan itu, Kementerian Kebudayaan  mendorong melalui riset. Salah satunya adalah status Benteng Palasari. Riset ini untuk mendalami  situs tersebut.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Sumedang, Sabtu (17/1/2026), menegaskan komitmen pemerintah dalam melestarikan budaya melalui langkah riset sebagai tahap awal  untuk mengungkap sejarah benteng tersebut secara komprehensif.

“Kita harus melakukan satu riset terkait dengan benteng ini, bagaimana proses pembuatannya, peruntukannya dan apa yang terjadi di sini. Jadi kita berharap cagar budaya seperti ini nanti bisa kita jadikan cagar budaya nasional,” jelas Fadli Zon. 

Ia menjelaskan, Kementerian Kebudayaan akan segera melakukan riset lanjutan yang mencakup proses pembangunan, fungsi benteng, serta berbagai fenomena historis yang terjadi di lokasi tersebut.

Ia juga menambahkan, struktur bangunan yang terdiri  delapan benteng dan diperkirakan dibangun pada awal tahun 1914 tersebut tergolong cukup kuat, dengan keberadaan sejumlah ruang yang posisinya beragam, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya.

“Kita berharap ini juga menjadi satu tempat wisata budaya, wisata sejarah yang hidup dengan narasi yang kuat dan literasi yang kuat,” kata Fadli Zon.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan, juga menjelaskan, selain Benteng Palasari, terdapat situs lain di wilayah Sumedang yang memiliki nilai sejarah penting dan perlu mendapat perhatian serupa, seperti Situs Gunung Kunci dan Makam Pahlawan Cut Nyak Dien.

“Begitu juga yang di Tahura Gunung Kunci, yang tadi kita sudah lihat bentengnya itu dibuat pada tahun 1917sSerta Makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien merupakan pahlawan nasional dan ke depan makamnya tentu akan kita jadikan sebagai cagar budaya nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyebut Pemerintah Kabupaten Sumedang siap mendukung penuh upaya pelestarian situs budaya tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Sumedang, insyaa Allah, siap untuk terus memelihara dan menjaga situs ini, sekaligus menjadikannya sebagai sarana edukasi bagi masyarakat Sumedang, di samping sebagai destinasi wisata,” jelasnya.

Ia juga menegaskan  komitmen tersebut sejalan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda, sehingga pelestarian dan pengembangan cagar budaya menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *