catrawarta.com — Bandar Udara Kemayoran merupakan bandar udara utama Jakarta yang beroperasi selama 45 tahun, sejak 1940 hingga 1985. Bandara ini tercatat sebagai bandara pertama di Hindia Belanda yang melayani penerbangan internasional berjadwal dan menjadi pintu gerbang utama Indonesia ke dunia selama beberapa dekade.
Pembangunan Bandara Kemayoran dimulai pada 1934 oleh Departemen Perhubungan, Pekerjaan Umum, dan Irigasi Pemerintah Hindia Belanda. Lokasinya dibangun di atas kawasan rawa, persawahan, dan permukiman di wilayah Kemayoran, Jakarta.
Meski diresmikan pada 8 Juli 1940, aktivitas penerbangan telah dimulai dua hari sebelumnya, tepatnya pada 6 Juli 1940. Saat itu, pesawat Douglas DC-3 Dakota milik Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij (KNILM) menjadi pesawat pertama yang mendarat setelah terbang dari Lapangan Terbang Tjililitan.
Pada masa Perang Dunia II, Bandara Kemayoran digunakan oleh Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) dan dikenal sebagai RAF Kemajoran, salah satu pangkalan udara Inggris di Asia Tenggara. Namun, pada 1942 bandara tersebut jatuh ke tangan tentara Jepang setelah pendudukan Hindia Belanda.
Setelah Indonesia merdeka, Presiden Soekarno melakukan modernisasi Bandara Kemayoran dengan meningkatkan berbagai fasilitas, mulai dari terminal penumpang, landasan pacu, jalur taksi, apron, hanggar, hingga peralatan operasional. Pemerintah juga membangun terminal internasional baru untuk mendukung meningkatnya penerbangan luar negeri dan kunjungan wisatawan mancanegara.

Memasuki era 1970-an hingga awal 1980-an, pesatnya pertumbuhan Jakarta membuat operasional bandara di tengah kota dinilai tidak lagi ideal dari sisi keselamatan maupun kapasitas. Pemerintahan Presiden Soeharto kemudian memutuskan membangun bandar udara internasional baru yang lebih luas dan modern di Cengkareng.
Bandara Kemayoran resmi menghentikan operasinya pada 31 Maret 1985, bersamaan dengan dipindahkannya seluruh penerbangan ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten, yang hingga kini menjadi bandara utama Indonesia.
Kini, jejak Bandara Kemayoran masih dapat dikenali. Bekas landasan pacunya telah berubah menjadi jalan raya, sementara kawasan sekitarnya berkembang menjadi pusat bisnis dan pameran, termasuk Jakarta International Expo (JIExpo) serta kawasan Kota Baru Bandar Kemayoran.
Setiap tahun, JIExpo menjadi lokasi penyelenggaraan Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta, salah satu agenda tahunan terbesar untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kota Jakarta.

Gunungkidul Tetap Ramai saat Libur Sekolah Juni 2026 di Tengah Isu Ekonomi RI Lesu 