catrawarta.com — Seni tradisional ketoprak lambat laun makin ditelan zaman. Generasi Z saat ini barangkali juga sudah tak mengenal seni ketoprak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mengaktifkan kembali seni ketoprak dengan menggelar pelatihan penulisan naskah ketoprak bagi Karangtaruna. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Kalurahan Caturharjo Kapanewon Pandak Bantul.
Program ini digagas Tim Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.
Ketua Tim PKM, Dr Yosi Wulandari, Selasa (20/1/2026) menjelaskan, program pelatihan tersebut bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan menulis naskah ketoprak. Artinya penulisan naskah yang sesuai kaidah dramatik sekaligus relevan dengan kehidupan masyarakat. “Pelatihan ini bukan hanya tentang menulis, tetapi juga menanamkan semangat menjaga budaya,” ucap Yosi Wulandari.
Menurut Yosi, manfaat nyata kegiatan PKM itu antara lain, meningkatkan kreativitas pemuda dalam menulis naskah ketoprak. Termasuk menumbuhkan rasa cinta terhadap seni tradisi. Tak kalah penting memperkuat solidaritas sosial melalui kegiatan seni budaya dan menjadi wadah regenerasi pelaku seni di tingkat desa.
Dengan pelatihan ini, Karangtaruna diharapkan mampu menjadi motor penggerak pelestarian seni tradisi sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Bantul.
Yosi mengungkapkan, program tersebut terwujud berkat bekerja sama dengan Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantul.

BMKG Prediksikan Curah Hujan Masih Tinggi Hingga Akhir Januari 