Etalase

Pameran Lukis “Kartini & Perempuan Mataram” Bakal Digelar di Galeri Saptohoedojo

catrawarta.com — Pameran lukis 21 pelukis perempuan dari Yogyakarta dan Surakarta di Galeri Saptohoedojo 17-22 April 2026 mampu menginspirasi kehidupan. Para perupa...

Persiapan pameran di Galeri Saptohoedojo (Dok. Catrawarta)

catrawarta.comPameran lukis 21 pelukis perempuan dari Yogyakarta dan Surakarta di Galeri Saptohoedojo 17-22 April 2026 mampu menginspirasi kehidupan. Para perupa wanita ini memandang keibuan, kecantikan dan kemolekannya dalam simbol feminis.

Demikian disampaikan Dr Hajar Pamadhi MA (Hons) selaku kurator kepada media di.Galeri Saptohoedojo, Minggu (12/4/2026) sore. Bersama pengelola galeri tengah mengurasi karya para perupa.

Selain itu, lanjutnya, juga mengangkat pemikiran tentang wanita, perempuan sebagai poros kehidupan sebagai objek formalnya. “Medium yang digunakan variative, ini menunjukkan bahwa sebuah karya seni yang dipentingkan adalah ungkapan rasa dan pikirannya. Ekspresi yang diangkat mulai dari prinsip realis, realistic, surealisme dan realisme sosial”, jelasnya.

Sentuhan kepada karya realis banyak dilakukan karena, ungkapnya, titik awal para pelukis ini sebenarnya adalah ingin memberikan gambaran seorang wanita dan perempuan. “Sehingga karya seni merupakan pemancing ide, berpikir dan merasakan kehidupan di dunia. Bagi Perempuan Mataram, seni merupakan ekspresi realistik, melalui melukis akan ditemukan makna hidup dan gambar yang sesungguhnya”, tandasnya. 

Sementar itu Ratu Siti selaku Ketua Panitia Pameran Lukis Kartini & Perempuan Mataram menambahkan, pameran yang digelar pertama kalinya di Galeri Saptohoedojo tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap semangat perempuan Indonesia yang tangguh, berbudaya, dan berkarya.

“Pameran ini menjadi ruang apresiasi bagi perempuan-perempuan hebat lintas latar belakang yang terus menjaga nilai budaya, mengekspresikan kreativitas, serta memberi inspirasi melalui karya dan dedikasinya”, ungkap owner butik OOTD Malioboro Mall ini.

Para pelukis perempuan yang ikut pameran adalah Anggana Raras, Anik Indrayani, Debora Rini DH, Emut Prastiwi, Etty Purwandari, Harbani Setyowati, Kartika Aryani, Laksmi Shitaresmi, MM Nanik SG, Mulyani Nurul, Niken Indira, Niniek Purwanti, Noer Eny, Nurindrini, Picuk Asmara, Pratiwi Endang Lestari, Rara Marhan, Retno Rohayati, Rosalia Ratih, Siska/Siswanti dan Sumiyati Herman.

Sedangkan Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo, Wahjudi Djaja, berharap agar seni bisa dijadikan media untuk mendekatkan dan menghangatkan kohesi sosial insan budaya dari Yogyakarta dan Surakarta.

“Kedua wilayah merupakan representasi Mataram. Para penghulu sejarah Mataram adalah sosok yang kuat dalam mengangkat kebudayaan. Bahkan, Kartini pun bila dirunut memiliki akar ke Mataram. Dengan menggali dan mengangkat narasi perempuan Mataram, kita berharap memperoleh inspirasi”, jelasnya.

Gusti Kanjeng BRAA Paku Alam direncanakan akan membuka pameran. Pembukaan dimeriahkan pembacaan puisi para pejabat tinggi pratama perempuan pemerintah Kabupaten Sleman serta beberapa tokoh perempuan diiringi Bimbim Balakosa serta pentas musik Antrolumo Plus. Pada hari berikutnya, ada pergelaran “Elegansi Kartini: Kebaya & Evening Gown Modern” Fashion by Ratu. Minggu pagi (19/4/2026) ada bedah pemikiran perempuan Mataram bersama Anna Mariana MA (Peneliti RUAS dan Dosen UIN RM Said Surakarta).

(Tim Liputan Catrawarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *