Warta

Pertemuan Prabowo dan Megawati, Silaturahmi Kawan Lama

catrawarta.com — Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan di Istana Negara. Pertemuan mereka bagaikan kawan lama, Prabowo menyambut...

Prabowo menggandeng Megawati memasuki Istana Negara.(Sumber: sekretariat kabinet)

catrawarta.comPresiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan di Istana Negara. Pertemuan mereka bagaikan kawan lama, Prabowo menyambut bahkan menggandeng Megawati menaiki tangga saat memasuki Istana Negara. Keduanya tampak berjalan sembari tersenyum.

Namun demikian, belum diketahui isi pertemuan yang juga diikuti Ketua DPRD Puan Maharani dan Wakil Ketua DPRD Sufmi Dasco Ahmad. Pabowo dalam akun media sosialnya menyebut pertemuan tersebut sebagai silaturahmi.

Pada pertemuan juga hadir anak semata wayang Prabowo, Didit Hediprasetyo dan Sespri Rizky Irmansyah. Namun ketika pertemuan, hanya Prabowo, Megawati, Puan dan Dasco yang berada dalam satu meja.

Keduanya memang telah berteman sejak lama bahkan pernah menjadi pasangan dalam pencalonan presiden dan wakil presiden. Mereka masing-masing memimpin partai besar, Megawati dengan PDI Perjuangan dan Prabowo dengan Gerindra.

Pertemuan Soekarno – Hatta

Saat ini, mereka tidak berada dalam satu kubu bahkan kerap berbeda pendapat. Kendati demikian tetap menjalin hubungan baik terbukti dengan beberapa kali pertemuan. Biasanya, tidak ada informasi terkait isi pertemuan, hanya sebatas perjumpaan teman lama.

Kondisi ini mirip dengan para tokoh pada kemerdekaan dulu, banyak yang berbeda pendapat namun secara pribadi tetap bersahabat, seperti Presiden Pertama Soekarno dan Wakil Presiden Moh Hatta.

Hatta yang berbeda pendapat dengan Soekarno sangat ingin menemui temannya tersebut yang dalam pengasingan Orde Baru. Meskipun sempat mengalami kendala tapi akhirnya bertemu. Keduanya saling menangis pada pertemuan yang tidak begitu lama. Mereka saling berpelukan dan menggenggam tanggan.

Penyeimbang Bukan Oposisi

Kemiripan tokoh-tokoh terdahulu tergambarkan pada pertemuan Prabowo dan Megawati. Entah apa yang menjadi isi pertemuan tetapi banyak pihak menilai bukan sekadar bertemu. Pasti ada pembicaraan penting menyangkut persoalan negara dan berbagai kebijakan pemerintah.

Megawati dalam satu kesempatan menegaskan partainya merupakan penyeimbang bagi pemerintahan. Meskipun tidak menyebut kata sebagai oposisi namun dalam praktiknya sering berseberangan dengan pemerintah. Dan ini boleh dibilang secara sederhana, menjalankan fungsi opisisi.

Pengamat politik Achmad Baidowi seperti dikutip dari antaranews.com mengatakan pertemuan kedua tokoh itu bermakna positif terutama bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran. Bisa jadi pula, ini kelanjutan dari pertemuan para mantan presiden karena waktu itu Megawati tidak hadir.

Prabowo memerlukan ”legitimasi” politik sekalipun dari bukan pendukungnya. Bagaimanapun juga, PDI Perjuangan adalah pemenang pemilu legislatif dan Megawati merupakan sosok yang masih dipercaya di dalam maupun luar negeri. Aktivitasnya dalam percaturan politik internasional juga masih diakui.

Ada harapan keduanya menjalankan politik secara sehat, boleh berbeda tetapi tetap berkawan bahkan bersahabat. Mereka masing-masing memiliki cara pandang yang tidak sama mengenai satu dan lain hal namun pasti memiliki keyakinan sama untuk Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *